Berita

ilustrasi

Bisnis

Harga Pangan Kritis, Mendag & Mentan Malah Bolos Rapat

Wakil Mendag Rayu Pengrajin Tempe Agar Tidak Mogok
KAMIS, 05 SEPTEMBER 2013 | 10:26 WIB

Kenaikan harga bahan pokok di pasaran ternyata belum menjadi isu penting bagi pemerintah. Dalam rapat koordinasi soal stabilitas harga pangan, hanya dihadiri dua menteri bidang ekonomi saja. Sedangkan sisanya absen.

Rapat yang di mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB itu dilakukan di Lantai 3 Ruang Rapat Mahakam, Gedung AA Maramis, di kantor Menko Perekonomian, Jakarta. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Rapat tersebut sedianya mengundang Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Kehutanan, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Koperasi dan UKM serta Menteri Kelautan dan Perikanan.


Selain itu, rapat juga mengundang kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dirut Bulog.

Hingga rapat usai, hanya dua menteri saja yang tampak. yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Selain itu, tampak juga Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi, Kepala BPS Suryamin dan Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso.

Hatta mengakui, jika Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan absen dalam rapat stabilitasi harga pangan itu.

“Mentan saya cek di luar kota, Mendag menyusul Presiden (kunjungan ke luar negeri), Menkeu di G20 (Rusia) ada tugas-tugas. Saya walaupun harus berangkat, tapi lebih memprioritaskan di dalam negeri,” sentil Ketua Umum PAN ini.
 
Kendati hanya dihadiri dua menteri dan satu wakil menteri, Hatta menegaskan, jika rapat tersebut tetap dilakukan. Menurut dia, hasil rapat tersebut diketahui jika beberapa ketersediaan kebutuhan pokok terbilang cukup.

“Saya laporkan data statistik  menunjukkan bahwa pertama ketersediaan bahan pangan pokok kita cukup,” katanya.

Bahkan, lanjut Hatta, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dari minggu keempat Agustus hingga ke minggu pertama September. Harga pangan yang mengalami penurunan tersebut adalah cabe merah, bawang merah, dan cabe rawit.

Dia mengakui, ada beberapa bahan pokok lain yang harganya naik, namun tidak begitu signifikan. “Ikan bandeng naik 0,36 persen, daging ayam ras juga, lalu beras. Kalaupun ada kenaikan 0,08 persen itu lebih berat kepada cuaca di beberapa daerah tertentu. Harga kedelai juga mengalami kenaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, di berbagai daerah, harga komoditas tengah kritis. Salah satunya, kedelai yang biasanya dijual Rp 5.000 per kg, naik jadi Rp 9.500 per kg. 

Pemerintah Impor 120 Ribu Ton Kedelai


Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, sebanyak 120 ribu ton kedelai impor akan masuk ke pasar Indonesia dalam dua minggu ke depan. Impor tersebut untuk menurunkan harga kedelai.

Selain itu, impor juga untuk menjaga ketersediaan kedelai di dalam negeri, agar pengrajin tahu dan tempe bisa kembali menjalankan usahanya.

Untuk itu, Bayu meminta para pengrajin tahu tempe tidak melakukan mogok produksi. Menurutnya, aksi mogok hanya merugikan produsen tahu tempe.

“Tidak perlu mereka mogok kerja lah. Dengan demikian mereka juga akan kekurangan pemasukan kan,” ujar Bayu.

Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso berharap, pihaknya bisa memenuhi alokasi impor kedelai yang ditugaskan pemerintah kepada BUMN tersebut.

Bulog mendapat total alokasi impor sebesar 60 ribu ton dari semula hanya 40 ribu ton. Jatah tersebut 10 persen dari total izin impor yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan sebanyak 624 ribu ton. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya