Kementrian Koperasi dan UKM menggelar Indonesia International SME Exhibition di Bali, di tengah acara APEC. Digelarnya SME Ekhibition menjadi momentum emas ditengah acara APEC. Terlebih lagi, Kemenkop menjadi host dan tuan rumah pertemuan menteri UKM negara-negara Asia Pacific Cooperation pada 2-7 September 2013 di Pulau Dewata.
"Lewat pameran ini, kita ingin mengabarkan pada dunia bahwa produk KUKM kita mampu bersaing di pasar global. Kebetulan juga saat bersamaan digelar event skala internasional di Bali. Seperti APEC, SME APEC, Woman's APEC, dan Miss World. Mereka itulah target pasar dari pameran ini", papar Muhammad Taufik, Deputi Bidang Pemasaran dan Pengembangan Jaringan Usaha Kemenkop UKM, usai pembukaan pameran di Nusa Dua, Bali, Rabu.
Oleh karena itu, lanjut Taufik, target transaksi ritel dari pameran ini sebesar Rp10 miliar dengan jumlah pengunjung 30 ribu orang selama empat hari pameran, merupakan sesuatu yang masuk akal. "Itu belum termasuk bila ada pelaku KUKM kita yang bermitra dengan pihak luar negeri", kata dia.
Menurut Taufik, pameran itu juga menjadi bagian dari agenda Kemenkop untuk membuktikan bahwa produk KUKM Indonesia mampu meningkatkan kapasitasnya, sehingga layak dipromosikan dan dipasarkan.
Untuk itu, Kemenkop menyediakan fasilitas stand cukup banyak, yakni 200 unit. KUKM Indonesia mendominasi pameran itu karena melibatkan 179 pelaku usaha. Sedangkan 21 pelaku KUKM yang juga memamerkan kekuatan industri kreatifnya berasal dari luar negeri, seperti Rusia, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Pameran produk kali ini menonjolkan produk yang masuk dalam subsektor industri kreatif. Alasannya, pada 2012 struktur perekonomian Indonesia tetap didominasi sektor ekonomi industri kreatif sebesar 7 persen. Sedangkan subsektor industri yang memberi kontribusi terbesar adalah produk fashion sebesar 44,3 persen.
Taufik menjelaskan, untuk memudahkan pengunjung atau calon buyers, pihaknya melakukan zonasi untuk setiap kategori produk. Diantaranya, kategori green products, heritage products, serta food and beverage. "Tema yang diangkat pada pameran ini adalah locally connected, globally competitive", kata Taufik.
"Melalui tema tersebut ada harapan terjalin kemitraan antara KUKM Indonesia dengan pelaku usaha serupa di kawasan APEC. Ajang ini juga menjadi uji coba pasar produk Indonesia untuk dinilai apakah mampu bersaing secara kualitas di pasar bebas atau global", kata Taufik.
[dzk]