Berita

Menkop: Target Dua Persen Wirausaha Baru Tercapai Pada Akhir 2014

SELASA, 03 SEPTEMBER 2013 | 14:12 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Target dua persen wirausaha baru di Indonesia akan tercapai paling lambat sampai 2014. Rasio wirausaha yang terus meningkat meyakinkan keoptimisan pemerintah. Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

"Pemerintah sudah menyiapkan program untuk memudahkan gerakan kewirausahaan nasional, jika hal tersebut direspon, saya optimistis pada 2014 rasio kewirausahaan nasional akan mencapai angka dua persen," katanya..

Menkop mencatat, Kementerian Koperasi dan UKMi mencatat jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,56 persen dari total populasi yang ada.


Oleh karena itu, ia mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru di Tanah Air melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang terdiri dari paket penumbuhan wirausaha baru termasuk pelatihan dan pemberian modal awal sebagai "start up".

"Angka dua persen merupakan angka minimum indikasi pertumbuhan kewirausahaan ekonomi negara dan melalui program GKN penumbuhan kewirausahaan akan menjadi prioritas bagi semua kementerian. Kementerian Koperasi dan UKM menjadi 'leading sector'," ucapnya.

Ia juga mengajak, segmen mahasiswa dan pelajar untuk memulai usaha merintis wirausaha baru sebagai wirausahawan muda.

Pemerintah, kata dia, melalui berbagai skema dan program siap memfasilitasi kelompok anak muda itu untuk berkiprah dalam dunia usaha dan bisnis.

"Semua asal punya kemauan yang tinggi, tidak kurang bagi kami untuk memberikan bantuan permodalan," tutur Menteri.

Ia mengatakan tidak sedikit di antara para pelaku usaha UKM dan Koperasi di Indonesia berasal dari kalangan muda yang kini bahkan telah sukses karena mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada.

"Harapan saya, inilah saatnya generasi muda bangkit meraih mimpi, dengan mimpi itu kita akan tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa termotivasi," ucapnya. [ant/dzk]

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya