Berita

JOKO WIDODO/NET

Olahraga

Dipolisikan Warga Waduk Pluit, Jokowi akan Panggil Kasatpol PP DKI

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso kembali mendapat teguran dari Gubernur Joko Widodo.

Bedanya kali ini Jokowi menegur Kukuh karena mendapat laporan adanya tindak kekerasan petugas Satpol PP terhadap warga Waduk Pluit saat dilakukan penggusuran Kamis pekan lalu. Warga korban penggusuran merasa tidak diperlakukan secara manusiawi. Barang-barang mereka dirusak petugas, bahkan ada yang dipukuli.

Tidak terima, seperti diberitakan, warga pagi tadi lalu mengadukan perlakukan kasar petugas Satpol PP tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.


Jokowi menegaskan, dirinya dalam setiap kesempatan telah menekankan kepada Satpol PP dan aparat agar mengedepankan sikap persuasif jika berhadapan dengan warga.  Sikap persuasif ini bukan hanya penertiban di Waduk Pluit, tapi juga diterapkan di kawasan lain seperti Pasar Minggu dan Waduk Ria Rio.  

"Kalau di lapangannya saya tidak tungguin, mungkin di lapangan ada gesekan, mungkin saja terjadi. Saya baru dengar ini, besok saya panggil Kepala Satpol PP," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

Kendati begitu, ia kembali ingatkan kepada warga agar patuh hukum. Kawasan waduk Pluit tidak diperkenankan sebagai lokasi bermukim dan warga seharusnya memahami tujuan penertiban tersebut. Apalagi Pemprov telah memberikan solusi dengan menyediakan rusunawa yang lokasinya tak jauh dari waduk, yakni di Muara Baru.

Jokowi pun meminta warga agar bersabar karena saat ini rusunawa Muara Baru tengah dalam proses pembangunan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, semua warga Waduk Pluit sudah bersedia direlokasi ke rusunawa. Malahan ia beranggapan tidak ada masalah lagi di Waduk Pluit.

"Kalau yang kita sampaikan, ya semuanya diberi solusi. Laporan yang masuk ke saya sudah mau semuanya," ucapnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya