Berita

FOTO:RMOL

Olahraga

Warga Waduk Pluit: Janjinya Jokowi Boleh Tinggal, Belum Dua Tahun Sudah Digusur

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 13:57 WIB | LAPORAN:

Sedih dan bingung, begitu dirasakan 30 kepala keluarga Waduk Pluit, korban penggusuran paksa oleh petugas Satpol PP pada Kamis (22/8) lalu.

Padahal, Gubernur Joko Widodo saat kampanye pemilihan gubernur tahun 2012 lalu telah berjanji akan memberikan sertifikat tanah kepada mereka yang sudah bermukim lama.

"Janji Jokowi untuk warga yang tinggal lebih dari 20 tahun akan dibuatkan sertifikat," tutur Budiyanto (60), seorang warga kepada wartawan, Selasa (27/8).


Janji itu juga pernah dilontarkan Jokowi saat makan siang bersama warga Waduk Pluit di Balaikota, Jakarta Pusat pada bulan Mei lalu. Budiyanto mengaku sudah 43 tahun tinggal di daerah waduk, dan bahkan tak pernah telat bayar pajak bumi dan bangunan (PBB). Meski lahan yang ditempatinya bukan diperuntukkan sebagai pemukiman.

"Janjinya dua tahun boleh tinggal. Belum ada dua tahun, baru berapa bulan sudah digusur," keluh pria bertubuh tambun itu saat mengajukan laporannya ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Ironisnya lagi, petugas Satpol PP bertindak kasar saat dilakukan penggusuran pada Kamis (22/8) lalu, khususnya terhadap warga RT 19 RW 17 blok G yang sudah 20 tahun bermukim di sisi barat Waduk Pluit.

"Premanisme, tetap berperan dalam penggusuran sehingga kami menuntut Jokowi untuk bertanggung jawab atas tindakan Satpol PP," tegas pendamping warga, Simon Tambunan dari PBHI Jakarta.

Simon berpendapat, Joko Widodo dan Wakilnya Basuki T Purnama secara pidana telah melanggar Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan pengrusakan bersama-sama serta Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

"Banyak warga yang terluka dan mendapat pukulan dari Satpol PP saat penggusuran itu. Selain itu barang-barang mereka dirusak paksa," papar kepala divisi Advokasi PBHI Jakarta ini.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya