Berita

FOTO:RMOL

Olahraga

Warga Waduk Pluit Sebut Jokowi Ingkar Janji

SELASA, 27 AGUSTUS 2013 | 13:39 WIB | LAPORAN:

Puluhan kepala keluarga (KK) Waduk Pluit RT 019 RW 017 blok G, Jakarta Utara mengadukan tindak kekerasan petugas Satpol PP saat penggusuran berlangsung ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Metro Jaya.

Pendamping warga, Simon Tambunan mengatakan, tindakan Satpol PP menggusur warga yang tinggal di sisi barat waduk pada Kamis (22/8) lalu atas perintah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Simon pun menyebut, Joko Widodo telah ingkar janji.

"Jelas mengingkari janji. Jokowi yang mengatakan tiga tahun lagi ada penggusuran sesudah ada rumah susun, ternyata tidak ada dan langsung saja digusur," beber Kadiv Advokasi PBHI Jakarta ini kepada wartawan di depan gedung SPKT Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/8).


Saat penggusuran, sambung Simon, seorang ibu rumah tangga korban penggusuran dianiaya petugas Satpol PP saat mencoba mengambil harta bendanya seperti pakaian dan barang-barang elektronik.

"Kita minta asas persamaan di muka hukum benar-benar terjadi. Tidak ada yang namanya gubernur bisa lepas dari jeratan hukum dan tidak ada Satpol PP yang lepas dari jeratan hukum serta meminta penegakkan hukum di Indonesia ini," desak Simon.

Diketahui, 30 Wwrga yang telah bermukim selama lebih dari 20 tahun di sisi barat waduk itu terpaksa digusur untuk program normalisasi Waduk sebagai tempat serapan air di Jakarta. Sebelumnya, Jokowi mengatakan telah berdialog dengan warga Waduk Pluit bahkan beberapa perwakilan warga telah diajak makan siang bersama di Balaikota pada bulan Mei lalu. Dalam pertemuan itu, Joko Widodo memberikan dispensasi menetap selama dua tahun setelah itu warga harus mau direlokasi ke rusun yang telah dipersiapkan di antaranya di Muara baru, Daan mogot dan Marunda.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya