Chris Paul mendapat tugas tambahan selama berlangsungnya kompetisi NBA musim depan. Tak hanya berjuang memberi kemenangan bagi timnya Los Angeles Clippers, Paul juga harus menjadi pengayom seluruh pemain basket NBA.
Tugas tambahan sebagai Presiden Asosiasi Pemain NBA itu diberikan kepada Paul dalam pemilihan yang dilakukan Kamis (22/8). Paul menggantikan Derek Fisher yang sebelumnya mengisi kursi presiden.
“Ini bukan tentang saya sebagai presiden atau wakil presiden pertama. Ini adalah tentang keseluruhan pemain,†terang Paul dalam keterangan persnya seperti dilansir laman Associated Press.
Paul dipilih dengan berbagai pertimbangan matang. Selama ini Paul dianggap sebagai sosok yang sangat matang di dalam dan luar lapangan. Dia bisa memberikan teladan yang bagi bagi rekan-rekannya.
Selain itu, Paul juga sudah paham dengan seluk-beluk di organisasi tersebut. Wajar. Sebab, sebelumnya Paul sudah menjabat sebagai wakil presiden selama empat tahun. Hal itulah yang membuat Paul mulus melaju ke kursi presiden asosiasi pemain NBA.
“Ini adalah tantangan. Saya yakin bisa menghandlenya. Bagi saya, ini adalah peluang yang tak dapat dipercaya. Banyak tanggung jawab datang dengan jabatan ini. Namun, saya merasa beruntung karena memiliki anggota yang luar biasa,†tegas Paul.
Sementara itu, Komisaris National Basketball Association (NBA) David Stern mengumumkan bahwa Presiden internasional NBA Heidi Ueberroth akan meninggalkan posisinya pada akhir tahun ini.
Selama masa jabatannya, Ueberroth telah berperan dalam pertumbuhan global NBA, memimpin operasinya di luar Amerika Serikat, meningkatkan 10 kali lipat pendapatan internasional, pembukaan 13 kantor internasional, dan penyiaran pertandingan liga dan pemograman di 215 negara dan wilayah dengan 47 bahasa.
“Heidi telah memberikan kontribusi penting dalam ekspansi NBA dalam dua dekade. Kami berterima kasih atas kontribusinya yang luar biasa selama karirnya di NBA,†ujar Stern dilansir insidethegames, kemarin.
Sebelum total melepaskan perannya, Ueberroth akan membantu masa transisi setelah kepergiannya dengan menjabat sebagai penasihat senior mengenai hal-hal internasional. [Harian Rakyat Merdeka]