Pebalap Formula Satu (F1) Mercedes, Lewis Hamilton digadang-gadang jadi rival utama Sebastian Vettel pada sisa musim ini. Terlebih dai telah memenangi Grand Prix Hungaria lalu. Namun, sang driver enggan terbuai dengan puja-puji yang menghampirinya. Dia ingin fokus meraih kemenangan di sisa musim ini.
Setelah mengambil keputusan untuk menyudahi kerja sama dengan tim yang membesarkan namanya, McLaren, Hamilton resmi bergabung bersama Mercedes.
Dan, keputusannya itu dapat dinilai tepat, karena bersama Mercedes, pebalap asal Inggris tersebut bakal meraih sejumlah pencapain bagus, terutama saat kualifikasi.
Sementara kemenangan di Hungaroring merupakan yang pertama baginya musim ini.
“Itu sama setiap tahunnya. Anda memiliki satu kemenangan maka orang-orang akan antusias, Anda memiliki balapan buruk dan hal-hal negatif kemudian dikatakan oleh orang-orang,†ujar Hamilton, dikutip
Autosport, kemarin.
Hamilton kini menempati peringkat empat klasemen sementara pebalap F1, hasil dari satu kemenangan dan tiga kali finis di urutan tiga. Namun, dengan sembilan seri tersisa, juara dunia F1 pada 2008 itu masih berpeluang menjadi yang terbaik, karena di antara dirinya dengan pemuncak klasemen, Sebastian Vettel hanya terpaut 48 poin.
Sementara itu, batalnya Kimi Raikkonen hijrah ke Red Bull membuat beberapa pihak merasa kecewa. Pasalnya, banyak pihak yang ingin melihat persaingan antara pebalap Finlandia itu dengan Sebastian Vettel menggunakan mobil yang sama.
Ternyata bukan hanya pihak luar saja yang kecewa. Namun Vettel sendiri yang berharap bisa berduet dengan Raikkonen di Red Bull, juga kecewa.
“Sebenarnya saya juga tidak tahu soal informasi tersebut. Saya sendiri sudah berbicara dengan tim, tapi itu bukan keputusanku untuk terlibat dalam hal ini,†kata Vettel.
Vettel mengaku sangat senang jika bisa setim dengan Raikkonen. “Dia masih cukup muda. Dia sangat menyenangkan, karena tidak terpengaruh dengan dunia politik.†[Harian Rakyat Merdeka]