Berita

TAUFIK YUDI MULYANTO/NET

Olahraga

Sekolah Diubah Jadi Pasar, Pemprov Jamin Hak Pendidikan Warga Tak Terganggu

KAMIS, 22 AGUSTUS 2013 | 15:54 WIB | LAPORAN:

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto pastikan, langkah Pemprov mengubah fungsi beberapa sekolah untuk pasar tradisional tidak akan mengganggu hak dan akses masyarakat mendapatkan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Taufik terkait rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menutup beberapa gedung sekolah yang berada di kawasan niaga dan memiliki jumlah murid sedikit.

"Sekolah tidak cocok berdiri di tempat yang berdekatan dengan kawasan niaga, Dapat merusak konsentrasi siswa ketika belajar," ujar Taufik di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).


Solusinya, ujar Taufik, bila ada dua atau tiga sekolah yang berada di satu lokasi, maka Pemprov DKI akan menggabungkannnya menjadi satu. Selain menggabungkan, Pemprov juga akan mengubah bangunan sekolah dari yang awalnya horizontal menjadi vertikal. Dengan demikian, sekolah dapat menampung hingga puluhan rombongan belajar.

"Jadi solusinya bila disatu daerah ada dua sekolah maka akan kita satukan. Misalnya lantai 1 sampai lantai 3 ditempati oleh SD 01 dan lantai 4 sampai lantai 6 ditempati oleh SD 02 . Jadi kita juga cari teknologi hemat energi dan simpel supaya anak-anak tidak perlu naik tangga sampai lantai 6. Mungkin akan kita pakaikan lift," terangnya.

Berikut nama-nama sekolah yang akan diubah fungsinya menjadi lahan niaga. Diantaranya,  SD Kemayoran 01, 03, 05, dan 07 di Kecamatan Kemayoran; SD Kenari 07, 08, 09, 010, 011, dan 012 di Kecamatan Senen di kawasan yang sama dengan SMP 216 dan SMA 68; SD 01 sampai 05 di Kecamatan Sawah Besar; serta SD Cikini 01 sampai 08 di Kecamatan Menteng.[wid] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya