Berita

Marc Marquez

Olahraga

Marquez Tak Malu Contek Gaya Senior

Motogp Indianapolis, AS
SELASA, 20 AGUSTUS 2013 | 08:11 WIB

Marc Marquez kembali membuktikan dirinya sebagai pebalap kelas dunia. Untuk ketiga kalinya pada musim ini, pendatang baru itu memenangkan balapan, yang kali ini digelar di sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat.

Marquez berhasil mengasapi sesama pebalap Spanyol, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Dengan kemenangannya ini, pebalap yang membela Repsol Honda itu mempertahankan keunggulan poin di klasemen pebalap MotoGP. Dia mengoleksi 188 poin, atau unggul 21 poin atas Pedrosa yang menguntit di posisi kedua.

“Saya sangat senang bisa mengambil 25 poin lagi. Saya merasa sangat baik sepanjang akhir pekan, dan saya pikir ini merupakan GP terbaik sejak datang ke kelas utama (MotoGP),” kata Marquez usai balapan, dikutip Crash, kemarin.


Didapuk sebagai jawara, Marquez tak jumawa. Dia tak malu membeberkan kesuksesannya menjuarai MotoGP di Indianapolis itu karena mengikuti gaya balap Jorge Lorenzo dan Pedrosa. Caranya adalah dengan mencoba menyelamatkan ban di awal. Ketika merasa baik dan memiliki lebih sedikit bahan bakar di tangki baru kemudian dia menyerang.

Selain jadi pimpinan klasemen pebalap, kemenangannya kali ini juga menorehkan sejarah baru. Dia jadi pebalap muda berbakat pertama di kelas utama yang memenangkan tiga balapan beruntun sejak Kenny Roberts melakukannya tahun 1978.

Di sisi lain, Lorenzo yang jadi joki Yamaha mengaku kecewa karena gagal menang. Apalagi, dia sempat memimpin lomba sebelum disalip Marquez dan Pedrosa. Juara dunia 2010 dan 2012 itu kecewa gagal memperkecil jarak dengan para rivalnya di klasemen sementara.

Dengan hasil ini, Lorenzo berada di posisi ketiga klasemen pebalap dengan mengumpulkan 153 poin. Dia tertinggal 35 poin dari pimpinan klasemen sementara.

Sementara itu, Valentino Rossi mengaku tetap bersukacita meski gagal meraih podium untuk keempat kali beruntun. Pasalnya, joki kawakan Yamaha itu mampu finis keempat usai melewati duel sengit kontra dua rival, Cal Crutchlow dan Alvaro Bautista. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya