Berita

jumhur hidayat/net

Aktivis Senior dan Pendiri KNPI Dukung Jumhur Hidayat dalam Konvensi Demokrat

SENIN, 19 AGUSTUS 2013 | 19:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TK), perjalanan Moh Jumhur Hidayat cukup panjang.

Saat menjadi mahasiswa ITB di era 1980-an, Jumhur terlibat dalam dunia aktivis dan sempat ditahan Rezim Orde Baru. Setelah itu, Jumhur juga terlibat di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan juga menjadi orang penting di Center for Information and Development Studies (Cides).

Berada dalam lingkaran kelompok intelektual, tak membuat Jumhur meninggalkan dunia aktivis. Ia tetap bergelut dan bergaul dengan kaum buruh. Maka tak heran, ia dikenal luas oleh kelompok buruh, dan bahkan dipercaya menjadi Ketua Umum DPP Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).


Karena itu, tekad Jumhur untuk ikut dalam Konvensi Partai Demokrat mendapat sambutan hangat dari sejumlah tokoh yang lebih senior. Di antara tokoh itu adalah  Eko Tjokrojoyo.

Eko merupakan salah seorang pendiri Kelompok Cipayung, dan juga pendiri Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Menjadi orang yang pertama walk-out dari KNPI, Eko juga menjadi salah seorang pendiri Forum Demokrasi (Fordem) bersama Gus Dur. Pada tahun 2004, Eko bergabung dengan Partai Demokrat dan dipercaya sebagai Balitbang.

Kembali pada Jumhur. Menurut aktivis senior, munculnya nama Jumhur Hidayat dalam pencalonan capres di Konvensi Demokrat merupakan suatu atmosfir yang baik. Dengan pengalaman yang cukup panjang dalam memimpin massa, Jumhur bisa memimpin massa yang lebih banyak, yang bernama rakyat.

"Saya, sebagai generasi yang lebih dulu, menaruh harapan kepada Jumhur Hidayat untuk memimpin dan memberi kesempatan kepada dia sebagai kaum muda," kata Eko dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 19/8).

Eko menilai, selama ini perjuangan Jumhur sangat visioner karena bertumpu pada kajian sosial yang mendalam. Tak heran dalam memimpin buruh, yang merupakan bagian rakyat kecil, Jumhur mampu mengembannya.

"Karena itu saya dukung Jumhur. Dukungan saya terhadap Jumhur karena dia komit pada kajian sosial, karena komponen inilah yang harus ditonjolkan," demikian Eko. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya