Berita

Mark Webber

Olahraga

Webber: Kualitas F1 Jeblok

SABTU, 17 AGUSTUS 2013 | 09:54 WIB

Pebalap veteran Formula 1, Mark Webber menilai bahwa, kualitas Formula One (F1) mengalami penurunan yang disebabkan banyak tim kini lebih berorientasi kepada uang, bukan prestasi, saat merekrut pebalap-pebalap muda.

Itu sebabnya, kata dia, kualitas pembalap yang ada di lintasan saat ini sangat rendah ketimbang 13 tahun lalu, atau saat pebalap asal Australia melakukan debut perdananya bersama tim Minardi.

“Saat saya membalap bersama Minardi dulu, ada (Eddie) Irvine, (Mika) Salo, mereka ini bergantian naik podium. Posisi start dipenuhi pebalap-pebalap yang pernah memenangkan F3000, memenangkan banyak balapan mengesankan,” kata Webber seperti dilansir Autosport, belum lama ini.


Namun, Webber yang akan mundur dari Red Bull pada akhir musim, nampak kecewa dengan kualitas beberapa pembalap yang ada saat ini. Tingginya biaya yang dibutuhkan tim-tim peserta Formula 1 membuat tim-tim tersebut mengutamakan pebalap muda yang punya sponsor dan berani membayar untuk memperkuat tim tertentu. Akibatnya, pebalap potensial yang minim finansial  tersingkirkan.

“Pebalap sekarang hanya memenuhi lintasan di F1 saja. Karena sebenarnya, diluar sana ada banyak pebalap bertalenta, tetapi mereka tidak terjaring. Itu menyedihkan. (Pebalap GP2, Robin) Frijns contohnya, adalah talenta muda yang fenomenal tetapi tak punya uang,” pebalap yang akan mengakhiri karirnya di F1 akhir musim ini tersebut menutup.

Webber mengawali karirnya di Formula 1 dari F3000, yang sudah berhenti sejak 2004, digantikan GP2. Pebalap asal Australia itu menjadi pebalap penguji (test driver) bersama Arrows dan sejumlah tim lain sembari berkarir di F3000 sejak 2000, sebelum membalap bersama Minardi di 2002.

Saat mulai masuk F3000 dan F1 pun, Webber juga butuh sokongan finansial. Beruntung, pemilik tim Eddie Jordan memperkenalkannya kepada Paul Stoddart, pengusaha asal Australia, yang menanggung biaya sebesar 1 juta Dolar AS untuk berkiprah di F3000 dan kesempatan menjadi test driver di Arrow.

Pada akhir 2001, dia kembali menjadi test driver, kali ini untuk Benetton. Penampilannya selama tiga hari di Estoril, Portugal, cukup mengesankan. Ia berhasil mengalahkan catatan waktu Ralf Schumacher dan Giancarlo Fisichella, pebalap reguler di F1. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya