Berita

jenderal abdel fatah al sisi/net

Komnas HAM: Presiden SBY Harus Tegas

KAMIS, 15 AGUSTUS 2013 | 11:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Republik Indonesia diminta untuk memperlihatkan sikap tegas berkaitan dengan kekerasan militer yang terjadi di Mesir. Sayangnya pemerintahan SBY, seperti yang sudah-sudah, sejauh ini pun masih memperlihatkan sikap pasi menyaksikan kekejaman di depan mata itu.

"Sikap ini justru tidak respek dan proteksi terhadap hak asasi manusia sebagai anggota PBB," ujar anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis pagi (15/8).

Menurut Pigai ada dua tindakan militer Mesir yang dipimpin Jenderal Abdel Fatah Al Sisi yang bertentangan dengan demokrasi dan HAM.


Pertama, kudeta miter adalah anti-demokrasi karena dunia telah melihat Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu di Mesir dan menjadikan Muhammad Mursi sebagai presiden. Alasan militer Mesir bahwa penggulingan dilakukan karena Mursi tidak mau berkoalisi atau rekonsiliasi dengan kelompok lain tidak dapat dibenarkan.

Kedua, kekerasan dan kekejaman yang mengakibatkan ratusan bahkan ribuan orang tewas bertentangan dengan Deklarasi Universal PBB tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR).

"Indonesia sebagai negara pihak yang menandatangi Konvensi PBB tentang ICCPR harus tegas terhadap kekejaman militer Mesir yang secara sengaja membungkam kebebasan ekpresi rakyat, melalukan penganiayaan, penyiksaan, serta pembunuhan terhadap demonstran pendukung Mursi," demikian Natalius Pigai. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya