Berita

KRISIS MESIR

PPI: Keselamatan Ribuan Pelajar Indonesia Terancam

RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 22:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Diperkirakan sekitar 95 orang tewas dan 500 lainnya mengalami luka dalam operasi pembubaran pendukung Muhammad Morsi yang dilakukan pihak militer di Lapangan An Nahda, Kairo, sejak sore tadi (Rabu, 14/8). Tenda-tenda yang digunakan pendukung Mursi sejak awal Agustus lalu dibuldoser tentara. Sementara pendukung Mursi yang berkumpul dihujani tembakan membabi-buta.

Menyusul pembubaran paksa yang terbilang sadis itu, pemerintahan sementara Mesir yang didukung kubu militer telah mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan. Dalam masa darurat itu, sejatinya militer mengambil alih kekuasaan.

Menyusul ketegangan terbaru di Mesir ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) mengingatkan pemerintah bahwa ada ribuan mahasiswa Indonesia di Mesir yang terancam. Kordinator PPI se-Dunia Effendi Zulham juga meminta pemerintah Indonesia segera turun tangan untuk melindungi keselamatan warga negara Indonesia khususnya pelajar Indonesia di Mesir. Serta tentu saja untuk turun tangan meredakan ketegangan yang terjadi.


Indonesia, sebut Effendi Zulham, adalah negara Muslim terbesar di dunia sekaligus negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Pengalaman Indonesia dalam mengelola konflik tentu dapat ditularkan ke Mesir.

"Kawan-kawan, Bapak, Ibu di tanah air, mohon doanya untuk keselamatan seluruh pelajar Indonesia dan seluruh warga negara Indonesia di Mesir. Keadaan Mesir sungguh mencekam dengan terjadi pembubaran paksa para demontran serta banyaknya rakyat sipil yang terbunuh. Mari kita doa bersama untuk keselamatan saudara-saudara kita serta anak bangsa yang sedang menuntut ilmu di sana. Mohon kepada Pemerintah Indonesia segera turun tangan," demikian Zulham dalam pesan yang diterima redaksi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya