Berita

BASUKI T PURNAMA/NET

Olahraga

Ahok Sindir OYK di Hotel Kedok Cari Cewek Cantik

RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 13:15 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat menghapuskan sistem Operasi Yustisia Kependudukan (OYK) yang selama beberapa tahun terakhir ini digunakan sebagai tameng untuk mengurangi angka urbanisasi ke Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menilai operasi OYK kerap salah sasaran. Justru, yang menjadi target operasi petugas cenderung hotel dan kos-kos mahasiswa serta pekerja di level menengah ke atas. Sedangkan, petugas lupa kalau pendatang yang tidak memiliki kemampuan berada di pemukiman kumuh dan kemudian mencari uang dengan berjualan di bahu-bahu jalan ibukota.

"Makanya operasi yustisia nggak ada lagi. Masak orang yang tinggal di hotel 4 juta anda operasi yustisia? Mau nyari cewek cantik, saya bilang. Masak mereka bayar ditangkap, kan kita mengundang wisatawan. Yang tidak boleh kan yang datang yang tidak punya kemampuan saja kan," ujar Basuki kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).


Wagub yang akrab disapa Ahok ini justru mengundang sebanyak-banyaknya orang datang ke Jakarta. Namun dengan syarat, mereka harus memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang jelas. Kalau perlu, untuk pendatang yang potensial, Ahok akan memberi kesempatan untuk dibuatkan KTP DKI.

"Selama anda tidak bikin onar. Kalau anda mau pindah ktp DKI pun boleh, kita bantu. selama anda ada usaha. anda beli apartemen atau menginap dihotel, boleh aja," ujarnya.

Ahok mengatakan Jakarta akan menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia. Oleh karena itu, OYK yang kerap salah sasaran dinilai mengganggu kenyamanan para wisatawan. Padahal, uang yang dikeluarkan oleh wisatawan nantinya juga akan mengalir ke kas Pemprov DKI Jakarta.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya