Berita

presiden.go.id

Politik

Diganjar Bintang Mahaputera Utama, Ini Kata Gubernur Nur Alam

SELASA, 13 AGUSTUS 2013 | 17:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sistem desentralisasi atau pembangunan yang dipusatkan di daerah yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Ini dibuktikan dengan beberapa Kepala Daerah yang diganjar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Utama bidang Pembangunan.

Salah satu yang mendapat penghargaan ini adalah Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Nur Alam.

"Alhamdulilah setelah hampir 50 tahun menjadi provinsi, akhirnya kami mendapat penghargaan ini karena berhasil membangun Provinsi Sultra ke arah yang lebih baik," kata Nur Alam kepada wartawan di Hotel Nikko Pullman Jakarta, Selasa (13/8).


Penghargaan ini, kata Nur Alam berkat kerja keras semua pihak mulai dari masyarakat Propinsi Sultra, para walikota dan bupati.

"Saya memberikan reward yang tinggi kepada aparatur yang telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Pria yang telah menjabat sebagai Gubernur Sultra selama dua periode ini mempunyai beberapa program unggulan untuk mensejahterakan masyarakat. Yaitu, pertama, pengembangan kualitas sumber daya manusia, kedua revitalisasi pembangunan. di daerah, ketiga, pembangunan situs sejarah dan kebudayaan dan terakhir pembangunan infrastruktur.

Selain itu, lanjut pria yang menjabat gubernur sejak Februari 2008. Pertama, pendidikan gratis untuk tingkat SD, SLTP dan SMA dan mencetuskan wajib belajar 12 tahun. Kedua, pelayanan kesehatan gratis sampai dengan rawat inap kelas 3. Dan ketiga, desentralisasi fiskal untuk mempercepat pemerintahan desa. Nur Alam juga mensyukuri karena tingkat kemiskinan di Sultra juga menurun dari 21 persen pada tahun 2008 menjadi hanya 13 persen pada tahun 2013.

Seperti diketahui, Presiden SBY memberikan Bintang Mahaputera Utama kepada tiga orang yaitu, H Nur Alam, H Muhammad Sani dan Hasan Basri Agus yang dinilai berjasa kepada negara diberikan tanda kebesaran melalui Keppres nomor 57/TK/2013. Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI dilakukan di Istana Negara, pukul 14.30 tadi. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya