Berita

Herman: Saya Kembali untuk Menjaga Tanah Jawa Timur

SENIN, 12 AGUSTUS 2013 | 23:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

"Tahun 2005 saya datang ke sini sebagai Kapolda Jawa Timur, 2009 saya mengundurkan diri sebagai Kapolda Jatim, dan 2014 saya kembali lagi ke Jawa Timur untuk menjaga tanah Pahlawan, membangun tanah Majahpahit, Singosari, Blambangan, Ronggolawe, dan Mataraman."

Kalimat 'patriotik' itu dilontarkan Cawagub Herman Suryadi Sumawiredja saat pemaparan visi misi Cagub-Cawagub Jatim di hadapan anggota DPRD Jatim, Senin (12/8).

Lanjut Herman, bicara pembangunan tak bisa lepas dari infrastruktur, entah itu perdagangan, pariwisata atau pendidikan.


"Kalau pendidikan, ya masalah yang 20 persen (anggaran dari APBD) itu. Kalau pembangunan jalan, juga bicara 10 persen yang harus dikembalikan dari dana pajak kendaraan bermotor," terangnya.

 Tapi, kata Herman, yang paling membedakan bukanlah perencanaan. Meski teori menyebutkan bahwa 60 persen keberhasilan karena perencanaan. "Tapi bagi kami, ada satu kunci yakni leadership itu sendiri. Kami sudah mapping dan tahu jalan keluarnya. Anggaran juga sudah tahu, Jatim itu membutuhkan kurang lebih 16 sampai 17 triliun," kata Cawagub pasangan Khofifah Indar Parawansa tersebut.

Herman optimistis pembangunan bakal berjalan dengan baik, karena pos belanja pegawai hanya 2-3 triliun. "Kondisi ini beda dengan kabupaten/kota karena APBD-nya memang banyak terkuras untuk belanja pegawai, sehingga biaya proyeknya, investasinya kurang. Jadi, kuncinya seperti dituturkan Ibu Khofifah: We need strong leader. Masyarakat Jatim butuh strong leader," tegasnya.

Selain itu, pasangan Berkah ingin menggeser paradigma yang selama ini mengatakan bahwa gubernur adalah 'pemilik sah' pemerintah daerah, atau penguasa yang bisa melakukan 'segalanya' di daerahnya. Menurut Herman, jika terpilih, dalam kesehariannya Khofifah-Herman akan menempatkan diri sebagai administrator, pengemban koordinator tugas pembagunan.

"Duit (APBD) itu punya rakyat, bukan punya nenek moyang saya atau gubernur, bukan. Kita harus kembalikan ke kabupaten, kembalikan ke desa. Kita juga sudah koordinasi dengan perangkat desa. Selain itu, anggaran juga harus transparan, kalau perlu dikorankan saja, biar nggak ada yang disembunyikan," jelasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya