Komunitas intelijen Amerika Serikat kini tengah memburu Nasser Al Wuhaysi. Ia dipercaya sebagai pengganti Osama bin Laden, pendiri Al Qaeda yang tewas dalam sebuah penyergapan di Pakistan bulan Mei 2011 lalu.
Dinas intelijen Amerika Serikat menyimpulkan hal itu setelah memantau konferensi via telepon yang dilakukan para petinggi Al Qaeda yang masih tersisa baru-baru ini. Sejumlah pemimpin kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaeda juga dikatakan ikut dalam conference call itu. Dalam konferensi jarak jauh itulah, Nasser Al Wahishi yang kelahiran Yaman dipromosikan sebagai Manajer Umum Al Qaeda.
Seperti diberitakan Daily Beast, Nasser Al Wuhaysi memimpin sebuah rencana serangan yang dapat terjadi di Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Baratdaya.
Nasser Al Wuhaysi yang sebelumnya dikenal dengan nama Abu Bashir disebutkan sebagai salah seorang teman dekat dan pembantu utama Osama bin Laden sejak era 1990an.
Ketika Osama bin Laden memindahkan pusat gerakannya ke Afghanistan, Nasser Al Wuhaysi dipilih untuk memimpin satu dari empat tempat pelatihan di Peternakan Tarnak. Osama bin Laden disebutkan kerap menginap di tempat itu.
Dalam memoar berjudul
Guarding bin Laden: My Life in al Qaeda, Nasser Al Bahri yang pernah menjadi pengawal Osama bin Laden mengatakan bahwa Nasser Al Wuhaysi sering tinggal bersama Osama bin Laden sebelum serangan 11 September 2011. Nasser Al Wuhaysi juga sering disebut sebagai pembantu pribadi Osama bin Laden pada masa itu.
Nasser Al Wahishi dikabarkan ikut menemani Osama bin Laden dalam perlarian bersama Ayman Al Zawahiri di Tora Bora. Selain Al Wahishi dan Al Zawahiri, pembantu lain yang menemani Osama bin Laden adalah Hamza al-Ghamdi bersama segelintir orang-orang kepercayaan.
Nasser Al Wahishi akhirnya berpisah dengan Osama bin Laden. Ia menyingkir ke Iran dan mendapatkan bantuan dari pemimpin kelompok Sunni di Provinsi Baluchistan. Di tempat itu, Nasser Al Wahishi tak seberuntung petinggi Al Qaeda lainnya, Saif al-Adel, yang dapat menikahi wanita Iran dan bahkan memiliki situs online sendiri. Pemerintah Iran menangkap Nasser Al Wuhaysi dan memulangkannya ke Yaman. Di Yaman ia dipenjara.
Menurut Gregory Johnsen yang tahun 2012 menulis buku
The Last Refuge: Yemen, al Qaeda, and America’s War in Arabia, Nasser Al Wuhaysi merupakan salah seorang tokoh spiritual di kalangan pengikuti Al Qaeda yang sama-sama mendekam di penjara Yaman. Pada awal Februari 2006 Nasser Al Wahishi dan 22 orang pengikutnya berhasil melarikan diri dari penjara dengan menggali terowongan.
Pada tahun 2007 Nasser Al Wuhaysi terpilih sebagai pemimpin Al Qaeda di Yaman atau yang kini dikenal sebagai jaringan Al Qaeda di Semenanjung Arabia. Dalam sebuah surat yang ditemukan ketika pasukan Amerika Serikat menyerang markas Al Qaeda di Abbottabad, Pakistan, disebutkan bahwa Osama bin Laden menolak permintaan Nasser Al Wuhaysi agar Anwar Al Awlaki diangkat menjadi pemimpin cabang Yaman. Al Awlaki adalah pria kelahiran Amerika Serikat yang juga tengah dikejar-kejar dinas intelijen AS.
[dem]