Berita

presiden SBY/net

HAKIM KONSTITUSI

SBY Tak Akan Ngurusi Sekelompok Kecil Orang yang Cari Perhatian

RABU, 07 AGUSTUS 2013 | 05:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana segelintir orang mensomasi Presiden SBY yang menunjuk Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi patut disayangkan dan dipertanyakan. Padahal penunjukan itu sudah sesuai dengan kewenangan SBY sebagaimana terdapat di dalam konstitusi dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Hajrianto Y. Thohari, wakil ketua MPR, saja telah menyatakan bahwa tidak ada yang salah dalam penunjukan itu. Sudah ada ketentuan yang tegas menyatakan bahwa 3 orang Hakim Konstitusi adalah perwakilan pemerintah yang ditunjuk oleh presiden", begitu disampaikan oleh Abdul Rahman Syahputra, Ketua Pengurus Harian Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik, kepada redaksi (Rabu dinihari, 7/8).

Somasi itu patut dipertanyakan karena ada keanehan di dalam keberatan kelompok tersebut. Presiden SBY tidak hanya menunjuk Patrialis Akbar. Pada saat yang sama dan di keppres yang sama, presiden juga menunjuk dan memperpanjang posisi Maria Farida Indrati sebagai Hakim Konstitusi. Lantas, mengapa penunjukan Maria Farida Indrati tidak dipersoalkan?


"Karena kelompok-kelompok itu sering mendapat bantuan asing. Jangan-jangan penolakan itu juga adalah pesanan asing. Kalau itu benar, keberadaan lembaga-lembaga itu patut dipertanyakan," katanya lagi.

Selain itu, somasi yang akan dilayangkan dinilai tidak akan dapat mengubah keputusan presiden. Karena sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang ada, tidak mungkin presiden mengubah keputusannya hanya karena tuntutan yang tidak beralasan dari sekelompok kecil masyarakat.

Dalam konteks itu, sudah sepatutnya presiden mengabaikan somasi tersebut. Masih banyak urusan lain yang lebih mendesak untuk mendapatkan perhatian presiden dibandingkan dengan mengurusi tuntutan sekelompok kecil orang yang sengaja mencari-cari perhatian. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya