Berita

Jumhur Hidayat/net

Ikut Konvensi, Jumhur Hidayat Hanya Incar Kursi Menteri?

SELASA, 06 AGUSTUS 2013 | 16:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keinginan Jumhur Hidayat mengikuti konvensi Partai Demokrat dinilai hanya sekadar untuk memperkuat posisi tawar dalam penyusunan kabinet mendatang. Jumhur diyakini kandas di tengah jalan konvensi. Modal sosial politik Jumhur tidak cukup untuk memuluskan dia dalam konvensi itu.

"Dulu memang Jumhur cukup dikenal luas di kalangan aktivis buruh. Namun setelah diberi kue kekuasaan sebagai kepala BNP2TKI, Jumhur seakan tercerabut dari akarnya. Jumhur menjadi elit yang sulit dijangkau oleh para buruh," demikian disampaikan Mora Harahap, Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam pesan singkat kepada redaksi sesaat lalu (Selasa, 6/8).

Selain itu, persoalan buruh di luar negeri pun masih tidak bisa dituntaskan oleh Jumhur. Klaim keberhasilan dalam menangani TKI bersifat subjektif dan sepihak. Buktinya, para TKI masih terus saja dirundung masalah. Padahal, Jumhur telah lama menduduki posisi sebagai kepala BNP2TKI.


"Urusan TKI di Malaysia saja tidak beres. Jangankan persoalan admistrasi dan dokumen kerja, jumlah TKI di sana sampai sekarang tidak jelas. Coba ditanya, berapa jumlah TKI yang legal dan berapa yang tidak memiliki izin? Itu baru persoalan jumlah. Belum lagi karut-marut persoalan yang mereka hadapi selama ini," ujarnya.

Di samping itu, klaim bahwa Jumhur juga didukung dan merepresentasikan aktivis muda juga bisa dibantahkan. Mungkin ada sedikit elemen aktivis muda yang mendukung. Tetapi hampir bisa dipastikan lebih banyak yang tidak tahu menahu dan tidak peduli dengan keinginan Jumhur bertarung di konvensi. Artinya, masih banyak tokoh pemuda lain yang lebih layak disebut sebagai representasi kaum muda.

Karena itu, keinginan Jumhur maju dalam konvensi Partai Demokrat dinilai tidak sungguh-sungguh. Target akhirnya belum tentu menjadi capres. Bisa saja ada target lain di luar itu yang sifatnya temporal.

"Kalau ikut konvensi setidaknya akan sering muncul di media. Dengan begitu, Jumhur bisa lebih terkenal. Dengan modal itu, bisa saja dia menargetkan menjadi menteri pada kabinet yang akan datang," demikian Mora. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya