Berita

Politik

BMI Jatim Dorong MJH Ikut Konvensi Demokrat

SENIN, 05 AGUSTUS 2013 | 23:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilihan presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 2014 mendatang diharapkan mampu menjaring dan memilih calon-calon pemimpin yang memiliki kemampuan memperjuangkan hak dasar masyarakat khususnya kaum buruh dan para pekerja.

Kandidat calon presiden selama ini yang didominasi dari unsur, politikus, TNI dan pengusaha dinilai masih belum mewakili keinginan dan harapan rakyat Indonesia. Saat ini, rakyat berharap dapat memilih dan dipimpin seorang tokoh muda dari unsur aktivis yang dikenal berani dan sudah terbukti memikirkan dan membela rakyat.

Untuk itu, komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tergabung dalam Buruh Migran Indonesia (BMI) di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur memberikan deklarasi dukungan kepada salah satu tokoh muda Mohammad Jumhur Hidayat (MJH), yang dipercaya mampu memimpin negeri ini menjadi lebih baik lagi.  Mereka juga mendorong MJH ikut konvensi capres Partai Demokrat.


"Kami butuh seorang pemimpin yang mempunyai perhatian serius terhadap kaum buruh dan para pekerja dalam membela serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan," ujar Koordinator Komunitas BMI Jawa Timur, Atik Tri Astuti kepada wartawan, Senin (5/8).

Komunitas BMI yang menyatakan dukungan kepada MJH meliputi komunitas BMI Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Blitar, Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Tuban, Situbondo, Sampang, Pamekasan, Ngawi, Madiun, Lamongan, Bondowoso dan Jombang. Menurut Atik, alasan BMI memberikan dukungan karena MJH seorang pejabat yang berani memperjuangkan standarisasi upah TKI.

"Kami melihat MJH juga berhasil dalam membangun sistem online yang bisa menghapuskan perdagangan orang dalam sistem penempatan TKI," bebernya.

Selain itu, kata Atik dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Jumhur dinilai sosok yang berani  memperjuangkan TKI di dalam diplomasi internasional.

"Kepemimpinan Jumhur di BNP2TKI yang memperoleh penghargaan lima kali berturut-turut dalam laporan keuangan BPK dengan predikat wajar tanpa pengecualian menjadi dasar mengapa BMI mendukung Jumhur," katanya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya