Berita

masinton pasaribu/net

Politik

FSI Lakukan Survei Jadi-jadian, Repdem Tuntut Permintaan Maaf ke Rakyat

SABTU, 03 AGUSTUS 2013 | 09:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hasil survei yang diumumkan Focus Survey Indonesia (FSI) yang dirilis kemarin kepada media massa, menuai gugatan. Survei FSI menempatkan Prabowo pada urutan pertama dengan 27,4 persen suara, disusul Megawati 12,7 persen, dan Joko Widodo 11,5 persen suara. Jika pilpres dilakukan pada hari ini, maka Prabowo mengungguli Jokowi.

Lalu, Partai Gerindra memperoleh angka 21,2 persen, disusul PDI Perjuangan 19,7 persen, dan Golkar 17,1 persen.

Repdem (Relawan Perjuangan Demokrasi) menyampaikan beberapa fakta kebohongan FSI. Berdasarkan informasi yang sampai ke Repdem, hasil survei yang diumumkan FSI adalah pembohongan publik.


"Bongkar kebohongannya. Survei itu aslinya tidak pernah terjadi," tegas Ketua Umum Repdem, Masinton Pasaribu, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 3/8).

Dia yakin, ada elite politik besar yang bermain di balik survei ini. Tokoh itu, bersama timnya, sengaja ingin merendahkan figur Joko Widodo yang belakangan ini semakin meroket elektabilitasnya.

Ormas sayap PDI Perjuangan ini mengungkap beberapa argumentasi dan informasi yang didapatkan. Pertama, FSI tidak pernah melakukan survei langsung kepada masyarakat, entah itu melalui tatap muka, via telepon, maupun via email seperti yang diklaim oleh FSI. Dipastikan bahwa yang diumumkan FSI ke publik merupakan "hasil survei jadi-jadian."

Kedua, persentasi angka yang diumumkan adalah berdasarkan hasil rekaan semaunya. Dengan tujuan menaikkan setinggi-tingginya elektabilitas Prabowo dan merendahkan serendah-rendahnya elektabilitas Jokowi.

Ketiga, klaim Nelly Rosa Juliana (Direktur FSI) yang mengatakan bahwa lembaganya independen adalah bohong. Dilandasi oleh rasa sakit hati serta menuntut pamrih dari Jokowi dan PDI Perjuangan karena suami Nelly Rosa Juliana yang bernama Yudi Samhudi tidak lolos seleksi bakal caleg dari PDI Perjuangan. Kemudian melamar ke Gerindra dan dicalonkan menjadi Caleg di Dapil Jateng 6.

"Repdem mengimbau agar FSI tidak melakukan pembohongan publik dengan merekayasa 'hasil survei jadi-jadian'. FSI harus meminta maaf kepada akademisi, pers, serta rakyat Indonesia, karena FSI telah merendahkan survei sebagai metode ilmu pengetahuan," seru Masinton. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya