Berita

ilustrasi, infrastruktur gas

Bisnis

PGN Ngaku Margin Gas Ditentukan Pemerintah

Pembangunan Infrastruktur Minim
JUMAT, 02 AGUSTUS 2013 | 09:58 WIB

Pemerintah didesak segera membenahi infrastruktur gas agar harga jual komoditi ini bisa lebih efisien. Salah satunya, dengan mengundang investor agar bersedia berinvestasi di sektor hilir gas. Saat ini terjadi ketimpangan, banyak investor yang menggarap sektor hulu gas. Sementara di sektor hilir sangat minim.

Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Ridha Ababil membantah PGN mengambil margin (selisih keuntungan) yang tinggi khususnya ke PLN dan pengusaha. “Harga Jual PGN ke konsumen terdiri dari harga beli gas dari hulu ditambah biaya transmisi dan biaya distribusi. Ini semua selalu dilaporkan ke Pemerintah. Saat ini ada lebih dari 55 Broker Gas di Indonesia,” ungkapnya.

 Dikatakan, berkaca dari kasus kenaikan harga beli gas di hulu, dimana harga beli gas naik 200 persen karena alasan keekonomian operasional lapangan, PGN hanya menaikkan harga jual ke konsumen sebesar 50 persen.


Sebelumnya, PLN dan anggota Kadin mengeluhkan kenaikan harga gas serta menyuarakan penerapan liberalisasi bisnis gas dalam bentuk Unbundling (reposisi, pemisahan usaha niaga dan pengangkutan) dan Open Access (Pemanfaatan pipa PGN oleh para broker) dapat menghambat pertumbuhan infrastruktur gas.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari website BPH Migas, toll fee pipa SSWJ terhitung sangat murah bila dibandingkan pipa lainnya. Sebagai gambaran, pipa SSWJ 2 yang mulai beroperasi tahun 2008 membentang dari Grissik (Sumatera Selatan) sampai Muara Bekasi (Jawa Barat) sepanjang 629 km Toll Fee nya ditetapkan hanya sebesar 1,47 dolar AS per MSCF; bandingkan dengan pipa milik Pertagas yang mulai beroperasi sejak tahun 1974 membentang dari SKG Mundu (Jawa Barat) sampai Cilegon (Banten) yang hanya sepanjang 493 km Toll Fee-nya secara total seluruh ruas ditetapkan sebesar 3,26 dolar per MSCF.

 Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng menegaskan pihaknya selalu meminta penetapan toll fee pengiriman gas yang adil, transparan dan terukur. Hal ini telah disampaikan ke Kementerian ESDM.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi mengakui, pengelolaan gas bumi belum terintegrasi dan cenderung berjalan sendiri-sendiri.  Bahkan selama ini pembangunan infrastruktur  pipa gas sengaja dihambat untuk melanggengkan ekspor gas. 

Hal itu diperparah  belum adanya integrasi jaringan pipa antarwilayah, sehingga menjadi salah satu penghambat kegiatan penyaluran gas ke industri. Investasi jaringan gas juga sangat minim dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini berbeda dengan Turki dan Inggris. Di negara tersebut, pemerintah yang membangun infrastruktur gas.   [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya