Berita

Politik

SBY Serukan FPI Stop Main Hakim Sendiri

SENIN, 22 JULI 2013 | 17:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aksi kekerasan dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan elemen Front Pembela Islam mendapat sorotan Presiden SBY. SBY berharap FPI menghentikan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri.

"Saya menyeru kepada saudara-saudara saya yang ada dalam FPI untuk menghentikan tindakan kekerasan dan main hakim sendiri. Cara memerangi kemaksiatan dan kemungkaran tidak harus dengan cara-cara yang lebih mungkar. Saya yakin FPI bisa melakukan banyak hal yang baik dan berguna bagi umat dan masyarakat kita," kata SBY melalui Fan Page Facebook Susilo Bambang Yudhoyono yang di-posting Minggu (21/7) malam.

"Islam tidak identik dengan kekerasan. Islam tidak identik dengan perusakan. Islam juga tidak identik dengan main hakim sendiri. Justru, kelompok yang melakukan kekerasan atas nama Islam, merekalah yang mencederai dan membuat aib untuk agama Islam," sambung SBY.


Presiden mengajak umat Islam untuk mencontoh pribadi Rasulullah SAW yang telah memberi teladan luar biasa dalam membangun masyarakat beradab.

"Tidakkah Nabi Muhammad SAW telah mengemban misi Allah SWT yang juga luar biasa, yaitu mengajarkan dan mengemban Islam sebagai penabur rahmat bagi semesta alam. Insya Allah kita bisa meneladaninya," kata Presiden.

Presiden SBY mengajak masyarakat  untuk memanjatkan rasa syukur,  karena dengan tenang kita bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini.

"Tidak semua saudara kita di berbagai penjuru dunia memiliki kemudahan yang sama. Tengok misalnya apa yang terjadi di Syria, Mesir, Irak dan juga Afganistan, yang masih diguncang ledakan bom maupun kekerasan bersenjata yang lain,"

Sungguh pun demikian, ke depan nanti, Presiden SBY meminta jajaran Polri untuk tidak membiarkan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh siapa saja, termasuk FPI. Ia meminta Polri mengedepankan cara-cara yang persuasif. Tetapi, kalau tidak bisa dan aksi-aksi kekerasan tetap dilancarkan, berkaca dari bentorkkan antara massa FPI dengan warga di Kendal, Jawa Tengah, yang mengakibatkan jatuhnya korban meninggal seorang warga, Kamis (18/7), maka hukum harus ditegakkan dengan tegas.

"Polri tidak perlu ragu dalam bertindak. Yang penting profesional dan adil, serta tetap mencegah jatuhnya korban jiwa. Dari pihak manapun. Masyarakat harus dilindungi dan dibebaskan dari rasa takut dan kecemasan," demikian SBY.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya