Berita

syahganda nainggolan:net

Lebih Aman Kalau SBY Dorong Djoko Suyanto

SELASA, 16 JULI 2013 | 20:46 WIB | OLEH: DR. SYAHGANDA NAINGGOLAN*

DJOKO Suyanto bukan kader Demokrat. Tapi kedekatannya dengan Demokrat dan SBY tidak perlu dipertanyakan. Dia salah satu orang dekat SBY. Dalam beberapa kali acara partai, Djoko diundang menjadi pembicara.

Makanya, saat Demokrat akan menggelar konvensi, sangat mungkin Djoko menjadi salah satu tokoh yang diundang. Selain memiliki kedekatan, Djoko juga termasuk figur yang pas jadi capres. Orangnya tegas, responsif dan kepemimpinan teruji. Sebagai Menko Polhukam dan bekas Panglima TNI. Aneh kalau masih ada yang meragukan kepemimpinannya.

Dibandingkan dengan nama-nama lain yang lebih dulu disebut dalam konvensi, seperti Marzuki Alie, Gita Wirjawan, dan Irman Gusman, Djoko jelas lebih berkualitas. Dia punya karakter. Kelebihan lainnya, dia tidak terlihat ngotot dan ngarep seperti tokoh lainnya, meski nama dia lebih lama disebut-sebut sebagai salah satu kandidat capres. Djoko tidak terlihat kegeeran atau grasak-grusuk cari popularitas.

Dibandingkan Pramono Edhie Wibowo, Djoko Suyanto juga lebih bagus. Kelebihannya jelas, Djoko pernah menjadi panglima TNI, sebuah jabatan tertinggi di tentara. Sekarang dia memegang jabatan publik yang penting, yaitu Menko Polhukam. Sementara Pramono belum pernah mencapai posisi setinggi itu. Dia tidak sempat jadi panglima. Jabatan tertingginya Kasad. Sekarang, Pramono juga tidak memegang jabatan apa-apa. Kelebihannya dari Djoko hanya sisi keluarga. Pramono adalah adiknya Ani Yudhyono.

Soal track record kepemimpinan nasional, Djoko juga cukup baik. Dia cepat bersikap kalau terjadi polemik atau kasus di tengah masyarakat. Beberapa contoh seperti kasus kerusuhan di Sampang, Cikeusik, Papua, dan terakhir di Lapas Tanjung Gusta, Medan. Terlepas orang menilainya bagus atau tidak, tapi dia sudah bertindak cepat dan responsif.

Karena itu, lebih realisitis kalau Demokrat mendorongnya sebagai jagoan di 2014 ketimbang figur-figur yang sudah ada sekarang. Memolesnya akan lebih gampang.

Soal peluang, saya melihat Djoko punya potensi besar menjadi penantang kuat di pilpres nanti. Kalau konvensi digelar dengan murni dan fair, dia punya peluang besar untuk menang. Tapi kalau konvensi ini sudah diatur, Djoko pasti tersingkir.

SBY memang sudah menegaskan konvensi ini murni. Tidak ada manipulasi dan bukan akal-akalan. Tapi, tidak semua percaya. Ada yang menduga, konvensi ini hanya untuk menaikkan citra, sementara pemenangnya sudah diseting yaitu Pramono Edhie. Kalau benar, ini sangat berisiko. Demokrat bisa tambah hancur. Lebih tragis lagi, kalau Pramono Edhie nekat dipasangkan dengan Hatta Rajasa. Dua-duanya keluarga SBY.

Tapi, kalau SBY mendorong Djoko, akan lebih aman. Kalaupun disandingkan dengan Hatta, unsur kekeluargaannya tidak begitu terlihat. [***]

Penulis adalah Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya