Berita

Maria Sharapova

Olahraga

Sharapova Tunjuk Jimbo Jadi Pelatih

SENIN, 15 JULI 2013 | 08:19 WIB

Jimmy Connors telah resmi ditunjuk sebagai pelatih baru sang petenis cantik asal rusia, Maria Sharapova. Connors menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Thomas Hogstedt yang telah membuat kesepakatan untuk berpisah dengan Sharapova.

Bahkan mereka mengaku sebagai kawan lama. Hogstedt dan Sharapova sudah bekerja sama selama tiga tahun terakhir namun akhirnya hubungan kerja sama mereka kandas karena masalah pribadi yang dilibatkan ke pekerjaan.

Puncaknya, Jumat (12/7) waktu setempat mereka sepakat untuk berpisah. Hogstedt menuturkan, ada alasan pibadi. Karena itu pelatih asal Swedia tersebut tak bisa mendampingi Sharapova di turnamen-turnamen yang akan datang.


Untuk menggantikan Hogstedt, Sharapova mengangkat Connors sebagai pelatih. Pria asal Amerika Serikat yang mengoleksi delapan gelar grand slam itu sebelumnya adalah pelatih Andy Roddick.

Sharapova pun terkesan sangat berbahagia dengan kehadiran sosok Jimbo, panggilan Connors sebagai pelatih barunya. Meski terbilang baru, namun mereka ternyata sudah saling mengenal.

“Aku dengan senang hati mengumumkan bahwa Jimmy Connors akan jadi pelatih baruku,” gembiranya di Sky Sports.

Lebih rinci dijelaskan, Sharapova mengenal Connors cukup lama, bertahun-tahun. Bahkan sempat bekerja sama. “Aku sudah mengenalnya selama bertahun-tahun dan kami sempat bekerja sama di tahun 2008 sebelum Australia Open,” lanjut petenis rangking dua dunia itu.

Sekedar catatan, pada turnamen sebelumnya, Wimbledon 2013. Di babak kedua, Sharapova secara mengejutkan dihentikan oleh petenis non-unggulan asal Portugal, Michelle Larcher de Brito.

Sharapova kalah dua set langsung ketika berhadapan dengan Larcher de Brito di Court 2 All-England Club, Rabu (26/6/2013). Unggulan ketiga itu menyerah dengan skor 3-6, 4-6 dalam waktu 1 jam 34 menit.

Kondisi lapangan yang licin membuat Sharapova tak senang. Petenis Rusia itu sempat mendatangi umpire dan mengatakan bahwa kondisi lapangan membahayakan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya