Berita

jimac/net

Jimac Prakarsai Pertemuan Dealer Sany Group se-Asia Pasifik

SABTU, 13 JULI 2013 | 22:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan perusahaan alat berat se-Asia Pasifik yang diprakarsai PT Jakarta International Machenery Centre (Jimac) sebagai distributor tunggal produk alat berat Sany Group di Indonesia. Pertemuan yang dihadiri 15 negara dan berlangsung selama dua hari tersebut akan merumuskan berbagai kebijakan strategis tentang pemasaran produk alat berat Sany Group maupun menarik investasi negara-negara Asia Pasifik menanamkan modalnya di Indonesia.

“Sekalipun kondisi perekonomian global dilanda krisis, Indonesia tetap menjadi pusat perhatian dunia. Pertemuan para dealer alat berat se-Asia Pasifik ini selain membahas pelbagai persoalan teknis di bidang pemasaran juga akan mendeklarasikan kesepakatan antar negara untuk menginvestasikan modal mereka ke Indonesia. Saya berharap pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah Indonesia mendapatkan kepercayaan dari pengusaha mancanegara,” ujar Chairman Jimac Perkasa, Benny Kurniajaya kepada wartawan disela-sela kunjungan delegasi 15 negara se-Asia Pasifik di Kantor Jimac di Jalan Benyamin Sueb Blok C-2 Kemayoran Jakarta Utara, Sabtu (13/7).

Menurutnya, kunjungan dua hari para dealer dari 15 negara ini membuktikan kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sebagai salah satu negara yang dipercayai dunia internasional.


“Apa yang dilakukan Jimac semata-mata ingin membuktikan kepada pemerintah bahwa Indonesia punya potensi besar mendapatkan kepercayaan dunia, termasuk menarik investasi asing ke dalam negeri. Saya berharap apa yang kami lakukan ini memberikan nilai positif kepada pemerintah.  Hal itu sejalan dengan kondiri PT Jimac Perkasa yang berkedudukan di Kemayoran yang sudah dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di industri rekondisi alat berat,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Jimac Perkasa merupakan satu-satunya distributor produk alat berat dibawah naungan bendera Sany Group yang merupakan prinsipal perusahaan alat berat terbesar di China dengan total omzet mencapai Rp 76 triliun per tahun. Sedangkan alat berat yang diperkenalkan antara lain truck crane, mixer truck, concrete pump, motor grader, vibratory roller, tandem roller, drilling rig, reach stacker, dan empty container handler. Pada 2013 ini, Sany Group menargetkan penjualan produk sebanyak 200 unit dengan nilai sekitar 50 juta dolar AS.

“Saat ini, produksi Sany Group memiliki lima pabrik utama di China, yakni di Shanghai, Beijing, Shenyang, Kunshan, dan Changsha. Sedangkan di seluruh dunia, Sany telah membentuk jaringan di 30 negara yang melayani lebih dari 120 negara. Sedangkan di tingkat global, Sany telah memiliki pabrik di China, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Filipina, Singapore, Malaysia, Korea, Australia, Hongkong, Jepang dan Eropa, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Brazil.  Karena itu, kehadiran produk Sany ini sekaligus menjadi solusi masalah kekurangan pasokan alat berat untuk jasa konstruksi," kata Benny.  

Menurut Benny, dalam rangka mendukung pemasaran alat berat Sany di Indonesia, Jimac Perkasa akan membangun industri alat berat (completely knock down/CKD), dan saat ini proses realisasi investasi yang diperkirakan menelan dana sekitar us$ 200 juta sudah dalam tahap pembebasan lahan.   Rencananya industri CKD alat berat Sany akan dibangun oleh Jimac Perkasa di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada 2013 serta diharapkan sudah dapat beroperasi pada awal 2015.

“Melalui pembangunan itu diharapkan produksi Sany Group akan menjadi produsen alat berat nomor satu di dunia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi.  Apalagi pangsa pasar alat berat di Indonesia setiap tahun memang terus meningkat. Jadi, Sany Heavy Industries akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis industri terbesar dunia untuk bersaing dengan negara-negara maju,” tegas dia. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya