Berita

Cal Crutchlow

Olahraga

Crutchlow Didukung Pimpinan Tech 3

MOTOGP
JUMAT, 12 JULI 2013 | 09:39 WIB

Harapan Cal Crutchlow bisa berstatus sebagai pebalap tim pabrikan Yamaha di masa depan semakin suram. Pabrikan asal Jepang hingga kini belum mau menjamin dirinya bisa jadi pebalap Yamaha Factory Racing apabila Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi masih menetap hingga 2015.

Crutchlow yang sejak tahun 2011 membela Monster Yamaha Tech 3, kontraknya akan habis akhir tahun ini. Ia ingin bertahan, namun dengan syarat motor spesifikasi pabrikan seperti milik Lorenzo dan Rossi. Namun tampaknya Yamaha enggan mengabulkan syarat itu.

Pebalap Inggris ini bahkan bersedia menandatangani kontrak dua tahun apabila Yamaha mau menuruti permintaannya. Rincian kontrak tersebut adalah bertahan di Tech 3 pada tahun 2014 dan berpindah ke tim Yamaha Factory Racing pada tahun 2015.


“Saya ingin bertahan dan menandatangani kontrak dua tahun dengan Yamaha. Namun jika Jorge dan Vale ingin bertahan, maka tak ada ruang bagi saya pada tahun 2015.

Dengan begitu, saya akan tetap berada di tim satelit,” ujarnya dikutip Crash, kemarin.

Juara World Supersport 2009 ini juga menyatakan, sang pimpinan Tech 3, Herve Poncharal setuju dengan pendapatnya. Menurut Poncharal, sebuah keputusan yang tak bijak bila Yamaha melepas Crutchlow begitu saja.

“Herve setuju dengan saya tentang situasi ini. Ia sangat ingin mempertahankan saya, namun ia paham bahwa Yamaha harus mendukung saya secara penuh agar saya tidak hengkang.” ujarnya.

Jika kesepakatan tak dicapai, Crutchlow tampaknya akan memilih hengkang ke Ducati untuk menggantikan Nicky Hayden yang kontraknya juga akan habis akhir tahun ini. Sementara itu, Bos sirkuit Silverstone Richard Phillips mengatakan, Cal juga telah memiliki tahun yang sensasional, mengamankan tiga podium dan menjadi pebalap Inggris pertama yang mengklaim posisi Pole di lebih dari satu dekade. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya