Desakan Tim Formula kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk membenahi aturan baru untuk meningkatkan keselamatan di pit akhirnya disetujui.
Seperti dilansir Autosport, kemarin, FIA hanya memberi izin bagi tim dan marsekal saja yang berada dalam pit selama jalannya kualifikasi dan balapan berlangsung.
Sedangkan bagi media yang terakreditasi hanya terbatas hingga dinding pit.
Tak hanya itu, FIA juga akan meminta persetujuan kepada Dewan Olahraga Motor Dunia agar para personel tim menggunakan pelindung kepala. Badan yang mengatur balapan jet darat ini juga meminta pengurangan batas kecepatan pit menjadi 80 km/jam dari 100 km/jam.
Aturan baru dari FIA ini, menyusul insiden terlepasnya ban belakang dari mobil Mark Webber usai melakukan pit stop pertama. Nahasnya, ban yang terlepas itu mengenai seorang kameramen bernama Paul Allen.
Allen pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit setelah mendapatkan hantaman ban cukup keras. Red Bull pun mendapatkan denda dari FIA sebesar 30 ribu euro atas kejadian tersebut.
Bahkan, FIA juga meminta Red Bull untuk membuat laporan tertulis mengenai penyebab insiden tersebut dan harus diserahkan hari ini, Rabu (10/7) waktu setempat. Laporan tersebut akan menjadi bahan kajian FIA dalam meningkatkan peraturan keselamatan.
Adapun itu, masih terkait insiden ban, bos Pirelli, Paul Hembrey mendesak FIA melakukan perubahan dalam regulasi pengetesan ban di ajang Formula One (F1).
Menurutnya, peran serta pebalap bisa menambah masukan bagi Pirelli guna mengatasi berbagai masalah yang ada. Terlebih, tim dan pebalap pun akan diuntungkan dengan terlibatnya dalam pengujian.
“Kami memiliki olahraga di mana pembalap tak diizinkan untuk mengemudi. Ini sedikit aneh. Satu-satunya informasi yang kami miliki untuk tahun depan adalah pada selembar kertas,†ujar Hembrey.
Sebelumnya, FIA memang sudah melakukan perubahan dalam aturan pengujian ban. Namun, para pebalap F1 dilarang ikut turun dalam tes tersebut. Alasannya, FIA tak ingin ada tim yang diuntungkan dengan hadirnya para pebalap.
FIA menilai, hal tersebut bakal menjadi kesempatan bagi tim-tim peserta F1 untuk mengembangkan mobilnya. Itu sebabnya, Pirelli yang notabene selaku pemasok ban tunggal dalam balapan jet darat ini meminta adanya aturan baru. [Harian Rakyat Merdeka]