Berita

Olahraga

Ahli Waris Ancam Kembali Segel SDN 01 Kembangan Utara

RABU, 10 JULI 2013 | 10:36 WIB | LAPORAN:

Ahli waris penghibah tanah mengancam akan kembali menggembok gedung bangunan SDN 01/02 Kembangan Utara, Jakarta Barat. Ancaman ini dilakukan jika Pemerintah Provinsi DKI tidak segera memberi ganti rugi atas sisa tanah 444 meter persegi yang dihibahkan.

"Janji -janji aja terus sama kita, tapi sampai sekarang belum juga ada kejelasan. Jika sampai tahun ajaran baru ini belum diganti rugi, kami terpaksa akan menggembok sekolah agar tidak ada aktivitas," tegas kuasa ahli waris, Abdul Azis.

Azis menuturkan, pada tahun 1974, Amar bin Djamain, orang tuanya, menghibahkan lahan seluas 1.500 m2 untuk pembangunan gedung sekolah di dekat rumahnya. Namun Pemprov malah menyertifikat seluas 1.944 m2.
          

          
Masih menurut Azis, ada dua syarat yang diajukan orangtuanya ketika itu kepada Pemprov DKI. Yakni, pertama mengangkat semua keturunan pewaris Amar bin Djamain  sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan memberikan ganti kelebihan tanah kepada ahli warisnya. Tapi pada kenyataannya, dari sekian banyak keturuan Amar, hanya satu orang yang diangkat menjadi PNS (penjaga sekolah).

"Kalau dari isi persyaratan itu, semua keturunan pewaris seharusnya secara turun temurun harus menjadi PNS. Tapi kami nggak minta itu, kami hanya minta ganti rugi atas kelebihan tanah yang seluas 444 m2," tuntutnya.

Proses ganti rugi ternyata tak semudah dibayangkan. Hingga sudah bertahun-bertahun Pemprov hanya menjanjikan akan segera memenuhi ganti rugi yang menjadi hak ahli waris.

"Kami nyaris putus asa dari tahun ke tahun, setiap gedung SDN ini digembok, dipagar ahli waris, pejabat turun dan memberikan jaminan akan dibayar, tapi pembayaran tak kunjung datang. Sampai anggota DPRD pun ikut turun, tapi mana? Janji lagi! Ahli waris yang mau berangkat haji sampai meninggal dunianya, pembayaran belum dibayar juga," keluhnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya