Berita

rmol

Lagi, Warga Segel Kantor Pemasaran PT Surya Mutiara Perkasa

SELASA, 09 JULI 2013 | 16:45 WIB

RMOL. Untuk kedua kalinya, kantor pemasaran PT Surya Mutiara Perkasa disegel oleh warga lantaran belum memenuhi janji-janjinya sebagai pengembang perumahan di Graha Cibubur View yang terletak di Payangan, Kranggan, Bekasi.

“Penutupan dilaksanakan pihak PT Surya Mutiara Perkasa dan groupnya telah melakukan wan-prestasi atas kewajibannya membuat fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagaimana yang dijanjikan di dalam brosur penjualan,” kata Ketua RT 03 Djatmiko Poerwadio dalam keterangannya, Minggu (7/7).  Sebelumnya, aksi segel kantor dilakukan 5 Mei lalu.

Aksi warga ini belangsung damai. Staf marketing yang diminta keluar dari kantor bisa menerima keluhan warga. Warga pun langsung memasang selebaran atas penyegelan kantor ini.


Sementara itu, pantauan hingga hari ini, kantor pemasaran sama sekali sepi, tak ada aktivitas. Depan kantor sendiri sudah ada selebaran kertas bertuliskan "Kantor Ini Disegel warga."  

“Selanjutnya mulai tanggal 7 Juli kantor pemasaran dan produksi ditutup warga hingga ada tanggapan resmi dari pihak PT Surya Mutiara Perkasa hingga ada kesepakatan dari pihak pengembang untuk merealisasikan janji-janjinya,” jelas Djatmiko.

Djatmiko menambahkan, fasilitas umum dan sosial yang belum direalisasikan oleh pihak pengembang adalah pagar pembatas cluster, sarana ibadan, jalan, dan arena bermain. “Penerangan jalan juga harus dituntaskan karena yang ada sekarang pemasangannya masih bersifat ilegal. Warga mencaplok listrik milik PLN,” ujarnya.

PT. Surya Mutiara Perkasa sendiri patut diduga telah berganti nama menjadi PT Surya Mutiara Abadi. Hal ini terlihat dari brosur penjualan perumahan PT. Oma Luxury, Cibubur. Sebab meski nama perusahaan beda, namun alamat tetap sama, yakni terletak di Menara DEA lantai 8, Jl. Mega Kuningan Barat, Kav. E4-3, Ruang 801.

Perubahan nama perusahaan ini pun menjadi tanda tanya warga. Karenanya warga ancang-ancang melaporkan hal ini ke Kepolisian. “Adapun warga siap menanggung bersama segala konsekuensi dan resiko yang mungkin timbul akibat tindakan yang diambil tersebut,” tutup Djatmiko.

Staf marketing pemasaran, Ibu Ana yang dikonfirmasi mengenai aksi warga menolak berkomentar atas aksi warga dan dugaan perubahan nama perusahaan dari PT. Surya Mutiara Perkasa menjadi PT. Surya Mutiara Abadi. “Bukan dalam kapasitas saya untuk menjawab hal-hal itu. Silahkan langsung ke penanggungjawab project, Pak Dodi,” katanya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya