Berita

Tim Formula1 Red Bulls

Olahraga

FIA Didesak Benahi Prosedur Keselamatan

Buntut Musibah Di GP Jerman
SELASA, 09 JULI 2013 | 09:10 WIB

Tim Formula1 Red Bulls dan Mercedes mendesak Federasi Otomotif Internasional (FIA) segera melakukan pembenahan prosedur keselamatan di area pit lane selama balapan F1 berlangsung musim ini.

Hal itu dimaksudkan agar nasib naas yang menimpa kameramen FOM Paul Allen tidak kembali terulang di balapan berikutnya.

Seperti diketahui, seorang juru kamera Paul Allen mengalami patah tulang leher, patah tulak rusuk dan memar di bagian tubuhnya akibat dihantam ban milik Mark Webber di Grand Prix Jerman, Minggu (7/7) WIB.


Insiden itu terjadi ketika pebalap Red Bull, Mark Webber masuk ke pit untuk mengganti ban. Teknisi pun berpacu dengan waktu untuk menangani mobil Webber.

Akan tetapi, setelah selesai dan Webber kembali melaju, ban belakang bagian kanan mobil Webber lepas, dan menggelinding deras mengenai Paul Allen. Akibat inisiden ini Allen dikabarkan menderita patah tulang selangka (collarbone) dan bagian rusuk.

Kepala tim principal Red Bull, Christian Horner mengatakan, kejadian ini merupakan peringatan, bahwa tak seorang pun bisa berada di sekitar pit lane tanpa persetujuan pihak terkait.

“Sangat berbahaya, sebab mobil yang berada di sini (pit lane) cukup cepat, dan akan banyak peristiwa yang mengejutkan di sekitar mereka, Masalah ini perlu dilihat secara serius,” ujar Horner dilansir ESPNf1, kemarin.

Pernyataan senada dilontarkan tim principal Mercedes, Ross Brawn. Ia mengaku saat melihat balapan 24 jam di Le Mans lalu, setiap orang yang berada di sekitar pit lane harus menggunakan helm. Sehingga ia meminta jika langkah-langkah keamanan ke depannya harus dipertimbangkan dalam balapan jet darat berikutnya.

Setelah pihak otoritas F1 melakukan investigasi melalui rekaman video, Red Bull pun mendapat sanksi berupa denda sebesar 30 ribu pound atau sebesar Rp 383 juta, karena dianggap keluar pit dengan tidak aman, sebab melepas dua mobil sebelum semua ban terpasang dengan pasti. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya