Berita

ragunan/net

Olahraga

Adik Prabowo: Tanpa Menaikkan Tiket, Ragunan Sulit Samai Singapore Zoo

SABTU, 06 JULI 2013 | 18:43 WIB | LAPORAN:

Kepala Pengawas Kebun Binatang Ragunan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan langkah awalnya sebagai dewan pengawas tempat wisata tersebut adalah dengan mengadakan lokakarya mengundang sejumlah aktivis, LSM dalam dan luar negeri, masyarakat, DPR serta kalangan dari Pemprov DKI untuk memberi masukan terkait kelanjutan pengembangan Ragunan kedepannya.

"Tanggal 3 september akan kita buat lokakarya di ragunan. Nanti elemen masyarakat, NGO, LSM, DPR pusat, Pemprov, semua stakeholder pemerhati ragunan akan diundang agar kita bisa menampung saran, masukan dan kritik soal bagaimana visi misi Ragunan ke depannya," ujar Hashim saat ditemui di Hotel Twin Plasa, Jakarta Barat (6/7).

Adik Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ini juga mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan inventaris seluruh aset yang dimiliki Ragunan mulai dari luas tanah, jumlah hewan dan aset berharga lainnya. Hashim juga akan menyelidiki hewan-hewan yang mati sebelum dirinya menjabat sebagai dewan penasehat.


"Kita sudah inventaris aset ragunan. Kita sudah hitung berapa jumlah hewan juga, luas tanah dan sebagainya," jelas Hashim.

Perihal permintaan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar menjadikan Ragunan sama seperti Singapore Zoo, Hashim menjawab bisa saja mewujudkan hal tersebut. Namun, dia menegaskan harga tiket masuk Singapore Zoo Rp175 ribu. Sedangkan harga tiket masuk ke Ragunan hanya Rp 4 ribu. Hal yang mustahil dinilai Hashim bila ingin menyamai kebun binatang di negeri tetangga tersebut.

"Saya dengar Pak Ahok minta Ragunan sama dengan Singapura. Kalau mau sama di Singapura harga tiket Rp 175 ribu, sedang Ragunan cuma Rp 4 ribu. Coba dibayangkan dengan akal sehat," ujarnya.

Namun, dengan tata kelola keuangan serta aset yang baik dan benar, Hashim yakin Ragunan bisa lebih maju dari Singapore Zoo nantinya.

"Tapi ragunan punya aset luas tanah terbesar kedua di dunia. Satu lagi di Toronto, Kanada. Kita memang punya potensi sama seperti Singapura. Saya kira suatu saat kita akan melampaui singapura dan lebih bagus dari Singapura," jelasnya. [ian]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya