Berita

net

Aktivitas Penambangan di Areal PT Sumalindo Terungkap

JUMAT, 05 JULI 2013 | 21:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Adanya aktivitas penambangan batubara di area lahan PT Sumalindo Hutani Jaya (SHJ) terungkap dalam sidang lanjutan sengketa PT Sumalindo Lestari Jaya (SULI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

General Manager dari PT EarthLine, Wibowo, yang bersaksi dalam persidangan itu menjelaskan hal tersebut. "Dari gambar satelit beberapa tahun lalu itu, mudah sekali untuk melihat kegiatan penambangan di areal Sumalindo, bahkan penambangan ini tergolong besar-besaran, baik pada segi luas area dalam satu titik penambangan maupun pada sebaran titik penambangannya," lanjut Wibowo.

Dalam keterangan tertulis yang diterima (Jumat, 5/7), disebutkan, pemilik saham publik Sumalindo menggugat PT Sumalindo Lestari Jaya secara perdata yang melibatkan direksi dan pemegang saham mayoritas Sumalindo karena dianggap telah melakukan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang secara sengaja yang mengakibatkan kerugian kepada perusahaan secara keseluruhan, khususnya kerugian pada pemegang saham minoritas atau publik.


Sumalindo Lestari Jaya merupakan perusahaan industri kayu olahan dan hutan tanaman industri dengan pemegang Hak Pengusahaan Hutan di Indonesia. Sumalindo menguasai lebih dari 840 ribu hektare hutan alam dan 73 ribu hektare hutan tanaman industri (HTI).

Untuk membuktikan adanya aktivitas penambangan itu, Wibowo mendeskripsikan foto-foto hasil citra satelit dari tahun 2009, 2010, hingga tahun 2011 dan 2012. Dalam foto satelit dengan resolusi 2,5 x 2,5 m setiap pixel terlihat adanya aktivitas penambangan di beberapa titik lahan seperti yang terlihat dari aktifitas eksplorasinya maupun pada jalan-jalan yang digunakan untuk kegiatan penambangan batubara tersebut.

Pengacara penggugat, Wahyu Hargono, mengatakan bahwa Sumalindo tidak pernah melaporkan semua kegiatan penambangan di wilayah lahan Sumalindo dalam laporan tahunan perusahaan. “Berdasarkan keterangan saksi Wibowo, jelas Sumalindo tidak terbuka dan menutup-nutupi kegiatan penambangan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut," tandasnya. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya