Berita

ilustrasi/ist

Inilah Mengapa Penerimaan Pajak dari Sektor Migas Sangat Minim

JUMAT, 05 JULI 2013 | 09:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Penerimaan pajak dari sektor pertambangaan memang sangat minim.

Hal ini, selain disebabkan karena ada kemungkinan 60 persen perusahaan Tambang tak bayar pajak, sebagaimana disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, juga karena terdapat inkonsistensi penggunaan tarif pajak dalam perhitungan pajak penghasilan minyak dan Gas Bumi (PPh Migas) dan perhitungan Bagi Hasil Migas.

"Sehingga pemerintah kehilangaan penerimaan minimal sebesar Rp 2,35 triliun," kata Direktur Investigasi Dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra),  Uchok Sky Khadafi, beberapa saat lalu (Jumat, 5/7).


Kedua, lanjut Uchok, juga karena kurangnya kordinasi atas pencatatan dan penagihaan atas PPh Migas yang tidak dapat memastikan kelengkapan dan keakuratan penerimaan PPh Migas yang menjadi Hak pemerintah

Jadi, dengan minimnya pendapatan dari pajak Migas ini, kata Uchok, sudah selayaknya DPR menevaluasi terhadap kenerja Dirjend Pajak. Dan, kinerja Dirjend pajak bisa diukur dari tinggi atau rendahnya pendapatan negara.

"Kalau pendapatan negara rendah, maka lebih DPR mendorong agar dirjend Pajak untuk dimundurkan saja, dan menggantinya dengan Dirjend pajak yang bisa meningkatkan pendapatan pajak dari pertambangaan," demikian Uchok. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya