Berita

hasan al bana/net

Jubir PKS: Kita Hanya Punya Hubungan Hati dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir

KAMIS, 04 JULI 2013 | 11:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Meski memiliki sikap yang keras terhadap kudeta militer di Mesir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan tidak memiliki hubungan organisasi dengan Ihkwanul Muslimin, kelompok yang mendukung pemerintahan Morsy.

"Kita hanya memiliki hubungan hati sebagai sesama kelompok Islam yang membawa rahmat, rahmat al a'lamin," kata jurubicara PKS, Mardani Ali Sera, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 4/7).

Mardani mengakui bahwa beberapa karya pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan Al Bana, menjadi bacaan dan juga rujukan dalam proses pengkaderan PKS. Namun perlu dicatat, buku-buku karya Al Bana, sebagaimana juga buku-buku karya ulama lain, memang menjadi bacaan aktivis muslim di berbagai belahan dunia, termasuk di Malaysia dan Pakistan.


Dan bagi PKS sendiri, lanjutnya, posisi Al Bana sama juga dengan posisi ulama lain seperti Jamaluddin Al Afghani dari Afghanistan dan Abu Ala Al Maududi dari Pakistan. Ulama-ulama ini mau menjadikan Islam bukan semata-mata simbol belaka, namun juga berperan aktif dalam politik untuk memujudkan Islam Rahmat al-A'lamain.

"Jadi hubungan kita normal saja. Sebagaimana juga punya hubungan dengan Partai Demokrat di AS, Partai Komunis di China, dan lai-lain. Artinya, sebagai komunitas internasional kita tidak tertutup. Antar partai-partai dengan mana saja kita saling mengunjungi, dan masing-masing partai tunduk pada hukum nasional di negeri masing-masing," ungkap Mardani.

Anggota Komisi I DPR ini menambahkan bahwa beberapa waktu lalu, Partai Keadilan dan Pembangunan (Adalet ve Kalkinma Partisi/AKP) Turki memang menggagas ada semacam komunikasi atau organisasi  partai-partai Islam di dunia sebagaimana juga sudah ada komunikasi Partai Sosial Demokrat atau Partai Buruh se-dunia. Tapi hingga saat ini PKS masih mempertimbangkan gagasan AKP itu

"Kita pasif saja. Kalau memang bagus kita dukung. Tapi kalau hanya simbol yang justru membatasi ruang geraka kita serta banyak madaratnya, tentu kita tidak dukung," demikian Mardani. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya