Berita

RIZAL RAMLI/IST

Akhiri Zaman Jahiliah, Geser Indonesia ke Tengah!

SABTU, 22 JUNI 2013 | 16:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilu 2014 mendatang diharapkan bisa mengakhiri "zaman Jahiliah" yang kini berlaku di Indonesia. Banyak yang pergi ke mesjid, ke gereja dan tempat-tempat ibadah tapi kelakuan elitnya jahiliah. Pengelolaan kekayaan alam yang melimpah diserahkan kepada asing, bukan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

"Saya yakin Indonesia tidak akan Jahiliah terus. Mudah-mudahan kita punya pemimpin yang berani dan punya karakter yang kuat seperti Bung Karno. Bung Karno menasionalisasi 180 perusahaan milik Belanda dan asing jadi BUMN," ujar tokoh oposisi nasional DR. Rizal Ramli.

Rizal yang juga Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan menegaskan hal itu di sela acara Sarasehan "Trisakti Bung Karno dan Masa Depan Indonesia", di kediaman salah satu tokoh masyarakat Jawa Tengah, Sugeng Setiadi, Kubangan, Kelurahan Bumi, Lawean, Surakarta. Saresehan digelar dalam rangka memperingati Haul Bung Karno. Acara yang digelar Komunitas Marhaenis Surakarta Jumat (21/6) malam ini dihadiri sejumlah sesepuh dan kaum muda Marhaenis dan aktivis mahasiswa dari berbagai organisasi dan pelajar di Surakarta.


Ekonom senior yang kini menjadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa ini yakin perubahan akan datang. Indonesia akan mampu bangkit dan pemimpin Jahiliah bisa diakhiri. Untuk itu dia mengajak kita harus bangkit bersama-sama membangun Indonesia yang rakyatnya sejahtera dan berkeadilan.

"Kalau kita mau bangkit, kita mesti tahu dulu di mana salahnya. Tidak mungkin kita mau ubah Indonesia tapi tidak tahu kemana arahnya," tuturnya.

Dia mengatakan sejak zaman Soeharto dan sekarang, Indonesia makin lama makin ditarik terlalu ke "kanan", artinya terlalu neoliberal. Semua diukur dengan uang. Banyak rumah sakit mewah tapi rakyat tak bisa menikmati pelayananya. Masuk perguruan tinggi negeri kini perlu uang puluhan juta karena pendidikan dikelola seperti bisnis. Di lain pihak sumber-sumber ekonomi seperti ladang gas Tangguh di Papua, Blok Cepu, Blok Natuna dan ladang minyak lain yang bernilai ratusan miliar dolar diserahkan pengelolaannya kepada Asing. Perusahaan asing bisa menguasai sumber daya alam, perbankan dan sektor lainnya hingga 60 persen lebih.

"Tugas kita mengembalikan ini ke tengah, kembali ke relnya yaitu Konstitusi. Sehingga nanti kita bisa berdaulat," tegas capres paling reformis menurut Lembaga Pemilih Indonesia ini.

Lebih lanjut Rizal mengatakan membangun Indonesia sesuai Konstitusi tidak bisa terjadi selama pemimpinnya bermental "Inlander" seperti saat ini. Kekayaan alam ditukar murah dengan kaleng penghargaan. Undang-undang dan peraturan yang membela kepentingan asing banyak dibuat karena ditukar dengan pinjaman asing. Undang-undang dibuat hanya karena ditukar dengan pinjaman oleh lembaga-lembaga asing.

"Bung Karno dulu katakan ini mental inlander. Kalau pemimpinnya inlander, jangan mimpi Indonesia bisa jadi negara hebat," demikian Rizal yang di kalangan Nahdliyin dikenal Gus Romli.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya