Berita

Warga Jakarta Paling Banyak Nyaleg di Daerah Lain

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam Daftar Calon Sementar (DCS) yang diumumkan oleh KPU untuk masing-masing partai politik tergambar banyak sekali calon sementara yang tinggal atau beralamat di daerah provinsi lain. Jakarta paling banyak menyumbang penempatan calon di semua daerah pemilihan.

Dari total 6.550 daftar calon sementara DPR RI yang diumumkan oleh KPU, ditemukan sebanyak 2.100 calon atau 32% calon sementara yang tinggal atau beralamatkan di Jakarta mencalonkan di daerah pemilihan luar Jakarta.

Dari jumlah temuan tersebut Partai Demokrat mempunyai calon paling banyak yaitu 248 calon (44%) dari seluruh total daftar calonnya, diikuti oleh Partai Golkar 234 calon (42%), Partai Hanura 230 calon (42%), PDIP 202 calon (36%), Partai Gerindra 186 calon (34%), PAN 174 calon (32%), PKPI 164 calon (31%), PPP 160 calon (30%), PBB 160 calon (29%), Partai Nasdem 141 calon (25%), PKB 136 calon (24%) dan PKS 65 calon (13%).


Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menjelaskan banyaknya calon yang datang dari Jakarta ini menunjukkan sistem rekruitmen pencalonan masih sangat sentralistik dan elitis. Partai politik tidak mempertimbangkan aspek pengalaman situasi sosial setempat dan kedekatan emosional dengan konstituennya.

"Sehingga daftar calon sementara ini kurang mencerminkan representasi dari jiwa pluralitas, peta masalah dan kepentingan di masing-masing daerah pemilihan," ujarnya (Kamis, 20/6).

Di sisi lain, daftar calon sementara ini menjadi preseden tentang besarnya biaya kampanye yang akan dikeluarkan karena partai politik dan calon jelas membutuhkan biaya tambahan untuk kampanye terutama akomodasi dan transportasi. Apabila partai politik dan calon mengambil jalan pintas dengan memasang iklan dan alat peraga maka berakibat pada aspek kedekatan secara sosial emosional semakin tipis.

"Oleh karena itu, partai politik perlu mengaktifkan kantor-kantornya di daerah untuk meningkatkan kegiatan politik dan pendidikan pemilih dengan mengajak komunikasi dan menyerap aspirasi konstituen secara langsung untuk menjadi catatan dalam merumuskan program kerakyatannya," tandasnya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya