Berita

ilustrasi

Semua Partai Harus Bertanggung Jawab atas Lolosnya Anggaran untuk Lapindo

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 14:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lolosnya anggaran Rp 155 miliar untuk membantu ganti rugi korban lumpur Lapindo dalam APBNP 2013 yang disahkan pada Senin malam karena fraksi-fraksi di DPR terlalu fokus kepada perdebatan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kompensasinya.

"Partai-partai terlalu fokus dengan kepentingan politik masing-masing dalam soal BBM sehingga abai dalam mengkritisi detail RAPBN," ujar Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 20/6).

Meski begitu, dia menegaskan, semua partai yang ada di parlemen tidak bisa lepas tangan soal lolosnya anggaran untuk Lapindo tersebut. Karena, pembahasan RAPBN itu terjadi di semua level: fraksi dan paripurna. "Ini tanggungjawab semua partai yang ada di Parlemen," tegasnya.


Menurutnya, masuknya alokasi anggaran dalam APBNP 2013 kemungkinan tidak lepas dari adanya deal antara Golkar-Demokrat. "Saya pikir ini mungkin saja terjadi. Namun ini menurut saya spektrumnya tidak lebih luas dari hanya sekedar deal antara Golkar dan Demokrat," ungkapnya.

Soal lumpur Lapindo sendiri, tambah Saiful Haq menambahkan, sejak awal semua partai tidak jelas memposisikan apakah lumpur Lapindo itu bencana alam atau human error. "Jadi jika terjadi ketidakjelasan soal apakah dibutuhkan postur anggaran untuk penanganan lumpur Lapindo atau tidak, maka itu memang karena sejak awal pemerintah dan parlemen sudah tidak jelas memposisikannya," demikian Saiful Haq.

Sebelumnya, anggota DPR dari PDIP Achmad Basyarah mengaku kecolongan atas disahkannya anggaran untuk Lapindo. Sementara, Ketua DPR Marzuki Alie mengaku tak tahu-menahu. Hal inilah yang ditepis oleh Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie. "Kalau nggak tahu, masak disahkan," katanya tadi malam.

Dia juga membantah ada deal Demokrat atas masalah itu. Menurutnya, wajar pemerintah mengalokasikan dana untuk penanggulangan korban lumpur Lapindo.

"Ya wajarlah. Karena di luar 1 tahun transaksi jual beli. Jual belinya kan batasnya namanya peta terdampak. Di luar transaksi jual belinya itu, itu jual belinya antara Lapindo dengan rakyat. Itu peta terdampak," jelas Ical. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya