Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memang fenomenal. Karena itu tak heran, berbagai lembaga survei mengunggulkannya sebagai salah satu calon presiden yang mempunyai elektabilitas tinggi. Bahkan, saat ini sudah ada sekelompok masyarakat yang terang-terangan mendukung mantan Walikota Solo itu untuk running for RI 1.
"Ya biasa saja tren itu. Seperti saya katakan sejak awal, memang Jokowi fenomenal. Menurut saya dia punya magnet elektoral," ujar Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 18/6).
Meski menurutnya tidak ada yang luar biasa dari sosok Jokowi, tapi politikus PDI Perjuangan itu punya tiga kelebihan sehinggga digandrungi masyarakat. "Pertama, dia banyak menghadirkan alternatif. Dia antitesa dari Presiden Yudhoyono. Cara dia berpolitik dianggap publik autentik, asli, muncul apa adanya," ungkapnya.
Kedua, Jokowi punya panggung politik saat ini, yaitu sebagai orang nomor satu di Ibukota. Karenanya, apa yang ia lakukan mendapat sorotan banyak media.
"Dia diuntungkan pemberitaan media. Karena dia punya momentum untuk diberitakan. Dia sekarang media darling. Karena media sangat memberikan pengaruh pada persepsi publik, dia diuntungkan dengan itu. Sehingga popularitas dan elektabilitasnya menanjak terus. Jadi kloplah itu," tandas Hanta.
Dukungan terhadap Jokowi untuk nyapres memang makin menguat. Sabtu kemarin relawan Jokowi ngumpul di Bandung menggelar kongres membentuk simpul relawan Jokowi for President. Jokowi akan dipaksa untuk maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang.
Jauh sebelumnya, Board of Advisor, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie, sudah memprediksi jutaan orang Indonesia akan memaksa Jokowi untuk bersedia maju. Menurut Jeffrie, dukungan itu akan disampaikan secara bergelombang alamiah oleh rakyat Indonesia selambat lambatnya November tahun ini.
“Jokowi menjadi harapan baru untuk masyarakat. Ini bukan tanpa alasan, karena Jokowi tampil menjadi sosok yang tanggap dan cepat mengatasi persoalan masyarakat,†ujarnya.
Lebih jauh Jeffrie menjelaskan, jawaban Jokowi yang mengaku enggan memikirkan kursi presiden di tahun 2014 mendatang adalah sikap yang tepat. â€Justru jawaban-jawaban Jokowi bahwa dia tidak memikirkan capres 2014 dan hanya memikirkan tanggung jawabnya untuk membenahi kota Jakarta adalah pilihan jawaban yang tepat dan benar. Jokowi memang tidak harus memikirkan apalagi mendesain agar dirinya jadi capres 2014,†kata Jeffrie.
[zul]