Ratusan petugas Kepolisian bersenjata pentungan berusaha memukul mundur mahasiswa yang berlaku aksi anarkis saat demonstrasi di depan universitas HKBP Nommensen, Medan Senin malam (17/6). Mereka bergerak dari arah Mapolresta Medan dan langsung mengejar para demonstran.
Akibatnya, para pengunjuk rasa kocar kacir menyelamatkan diri. "Maju..maju..!" teriak polisi sambil mengejar para demonstran, seperti dilansir MedanBagus.Com.
Selain mengejar para demonstran, polisi juga mengimbau agar masyarakat yang sebelumnya menonton aksi juga membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
"Kami meminta agar masyarakat yang tidak berkepentingan kembali ke rumah masing-masing, dan kepada rekan-rekan mahasiswa agar menghentikan aksinya," perintah polisi melalui pengeras suara.
Tak hanya itu, sedikitnya 30 personil kepolisian dengan bersenjata laras panjang juga diturunkan untuk membubarkan mahasiswa. Mereka berada di barisan belakang polisi anti huru hara yang dilengkapi tameng dan pentungan.
Dua unit water canon diturunkan untuk membubarkan aksi ini.
Petugas lalu masih menyisir kawasan ini untuk mencari para provokator yang merusak bangunan KFC. Pantauan sementara, 2 orang sudah diamankan petugas dari lokasi ini. Mereka langsung digelandang ke Mapolresta Medan yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi.
Sebelumnya, mahasiswa universitas HKBP Nommensen menghancurkan bangunan KFC, rumah makan cepat saji di depan kampus mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.
Tidak hanya merusak bangunannya, mereka juga menjarah isi KFC, berupa meja dan kursi pelanggan dan kendaraan pengantar pesanan KFC dibakar di tengah jalan. "Bakar...bakar...!!!," teriak mereka.
[zul]