Berita

Caleg Gerindra: SBY Terpaksa Naikkan BBM untuk Dapat Dana Nyogok Rakyat

SENIN, 17 JUNI 2013 | 14:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketika Pemerintahan SBY menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM)  lima tahun lalu yang diikuti dengan penggolontoran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), hasilnya rakyat tidak sejahtera. Melainkan Partai Demokrat yang berjaya.

Dengan menggunakan jurus mabok tersebut, Demokrat bahkan mampu mengalahkan partai raksasa Golkar dan PDIP pada Pemilihan Umum 2009 lalu.

Hal itu disampaikan Martimus Amin, peneliti senior The Indonesian Reform, (Senin, 17/6), terkait kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Menurutnya, SBY kembali melakukan hal yang sama jelang Pemilu 2014.


"Untuk melambungkan suara Partai Demokrat yang sudah demikian terpuruk akibat terlilit berbagai skandal, SBY mencoba menerapkan jurus jitunya kembali. Argumen klise dikemukakan bahwa subisidi BBM akan membuat APBN jebol," ungkapnya sambil mengatakan kebijakan itu akan diikuti BLT, atau dalam bahasa pemerintah saat ini BLSM.

Padahal fakta yang lebih prinsipil harus dibenahi adalah utang luar negeri Pemerintahan SBY yang sangat mengerikan. Jka digabungi melebihi hutang luar negeri pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru.

"Kenapa cicilan pembayaran dan bunga hutang luar negeri dari negara Kapitalis asing yang terus menggelembung dan tidak dinikmati rakyat, tidak pernah diangkat argumensinya oleh SBY justru potensial membuat APBN jebol," jelas Martimus.

Belum lagi pemborosan anggaran dan fasilitas pejabat, serta praktek massif korupsi yang dilakukan baik aparatur pemerintahan SBY dan Partai Demokrat. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), selama tujuh tahun kepemimpinan Presiden SBY, sedikitnya Rp 103 triliun uang negara telah dikorupsi.

"Sederhananya kita mencoba menebak pemikiran SBY atas semua hal yang dikemukakan. Jawab SBY 'emang gue pikirin'. Bagi SBY menaikan BBM adalah alokasi dana segar (BLT) buat menyogok rakyat untuk Pemilu 2014," tandas caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya