Berita

ilustrasi

Seruan Kirim SMS ke Anggota Dewan, Jangan Khianati Rakyat

MINGGU, 16 JUNI 2013 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Badan Anggaran DPR dan Pemerintah telah menyetujui untuk melanjutkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Perencanaan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 ke Rapat Paripurna besok.

Hasil rapat anggota Banggar dengan Menteri Keuangan RI, Menteri PPN-Kepala Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia di Gedung DPR, Jakarta, kemarinm pemerintah menyampaikan usulan mereka dan disetujui oleh 6 dari 9 fraksi yang ada di Banggar.

Fraksi-fraksi yang mendukung adalah Fraksi Demokrat, Golkar, PKB, PPP, PAN dan Hanura. Sedangkan sisanya sebanyak tiga fraksi menyetujui dengan catatan-catatan di beberapa pasal. Fraksi yang memberikan catatan dalam RUU APBNP kali ini adalah PDIP, PKS, dan  Gerindra.


Walau ada persyaratan dari 3 partai itu, Menkeu Chatib Basri optimis opsi kenaikan harga BBM ini bisa berjalan mulus pada hari Senin besok. Pasalnya saat ini mayoritas fraksi telah menyetujui apa yang disodorkan pemerintah.

Karena itu, jelang Rapat Paripurna besok yang menentukan naik atau tidaknya harga BBM, gerakan untuk mengingatkan agar anggota Dewan tetap mengedepankan hati nurani dalam membuat keputusan terus disampaikan.

Sejak kemarin, beredar pesan berantai tentang seruan tersebut.

"SMS anda menentukan hidup atau matinya 250 juta jiwa Rakyat Indonesia! Kirimkan SMS ke para anggota Komisi XI yang membahas kenaikan harga BBM. Jangan Ragu, Ingat! mereka di gaji dari Pajak Rakyat," begitu isi pesan singkatnya.

"Ini isi SMS-nya: JANGAN KHIANATI RAKYAT !!! KAMI PASTI TAHU KALAU ANDA ORANG YANG MENOLAK ATAU MENDUKUNG KENAIKAN HARGA BBM dan BLSM." INDAHNYA PERBEDAAN!!! Dari Kami Rakyat Indonesia."  

Tak hanya itu, dalam pesan singkat tersebut juga dicantumkan nama-nama anggota Komisi Perbankan dan Keuangan tersebut lengkap dengan nomor telepon genggamnya. Sehingga masyarakat bisa langsung mengirimkan SMS kepada mereka. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya