Berita

Polri Langgar Konstitusi Kalau Larang Polwan Berjilbab

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Larangan bagi anggota polisi wanita (Polwan) untuk memakai jilbab terus mendapat penolakan dari masyarakat.
 
"Saya kira Polri perlu membuat aturan yang profesional dan proporsional. Aturan itu tidak hanya baik, tapi juga tidak bertentangan dengan UUD 1945 sebagai tingkatan hukum tertinggi,” ujar Faozan Amar, Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, sayap PDI Perjuangan, kepada Rakyat Merde Online (Kamis, 13/6).
 
Faozan menegaskan, penggunaan jilbab itu hak asasi manusia dan itu dijamin oleh UUD 1945. UUD menyatakan negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaan dan keyakinannya.


Bagi seorang muslimah, menutup aurat dengan mamakai jilbab merupakan kewajiban dalam menjalankan ajaran agama. "Apalagi itu bagian dari kesadaran dalam menjalankan ajaran agama. Dan Saya kira berjilbab tidak akan mengganggu tugas dan profesionalitas pekerjaan polwan,” kata Faozan, yang juga Dosen Studi Islam UHAMKA.

Jika hukum tertinggi sudah tegas mengatakan adanya jaminan bagi warga Negara untuk menjalankan ajaran agamanya, tentu menerima aturan yang melarang polwan untuk berjilbab.

Oleh karena itu, peraturan terkait seragam di Polri yang termuat dalam Keputusan Kapolri Skep/702/IX/2005, harus ditinjau ulang. Walaupun tidak disebutkan soal larangan mengenakan jilbab, tapi disitu ditegaskan bahwa polisi yang melanggar peraturan seragam yang sudah ditentukan bisa dikenai sanksi.

“Sekarang era reformasi, masa membuat aturan yang bertentangan dengan UUD 1945, gagal faham saya,” demikian Faozan Amar.  [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya