Berita

Para Tokoh yang Sudah Buka-bukaan Siap Nyapres Diacungi Jempol

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 14:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Figur-figur yang sudah berani mendeklarasikan diri bahkan telah berkampanye sebagai calon presiden diacungi jempol. Karena, jauh-jauh sehari sebelum pemilihan presiden, publik sudah tahu dan bisa mengenal kandidat yang akan berkontestasi.

"Itu merupakan proses pendidikan politik yang sangat positif. Saya apresiasi daripada nanti orang beli kucing dari karung," jelas Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Rija Ul Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 13/6).

Menurutnya, wacana konvensi yang akan digelar sejumlah partai, seperti Partai Demokrat, juga memungkinkan rakyat tahu siapa yang bakal bertarung di 2014.


"Itu akan membuka rekam jejak setiap calon yang akan maju. Disitulah proses proses pendidikan politik bagi masyarakat," ungkap tokoh muda Muhammadiyah ini.

Tapi tentu, untuk mendapatkan informasi soal rekam jejak yang utuh, masyarakat harus mencari dari sumber-sumber lain siapa sebenarnya sosok capres-cawapres tersebut. Artinya, tidak hanya mengandalkan yang disampaikan calon atau tim sukses.

Selain itu, sambung Fajar, keuntungan konvensi lainnya adalah akan memungkinkan munculnya calon-calon alternatif di 2014 nanti. Asal konvensi itu dilakukan secara fair, bukan rekayasa.

"Tentu ada skeptisisme publik bahwa itu hanya untuk mengangkat citra, untuk meningkat elektabilitas partai yang bersangkutan, atau mengerek popularitas calon yang mereka usung. Tapi paling tidak sudah ada upaya positif dari masing-masing partai itu untuk membuka diri," ungkapnya.

Kalaupun nanti konvensi itu hanya akal-akalan, nanti bisa dinilai rakyat. Karena rakyat juga tidak bodoh. "Makanya, sekarang ini yang perlu adalah memperjelas mekanisme konvensi. Apakah transparan atau ada hak veto dari masing-masing partai untuk menentukan pada akhirnya," demikian Fajar. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya