Berita

buya syafii maarif

1 DEKADE MAARIF INSTITUTE

Figur Seperti Buya Syafii Diperlukan di Tengah Terancamnya Kemajemukan

SABTU, 08 JUNI 2013 | 11:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Cita-cita negara Pancasila adalah menjadi rumah bersama bagi semua warga negaranya dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan agama. Pancasila merupakan rumah kita yang mencerminkan kemajemukan dan solidaritas berbangsa.

Namun demikian, setelah 15 tahun reformasi bergulir, bangsa ini masih menghadapi pelbagai tantangan. Prinsip kebhinnekaan yang menjadi pandangan hidup bernegara digerogoti oleh merebaknya sektarianisme, konflik rumah ibadah, eskalasi kekerasan terhadap kelompok minoritas, dan ancaman konflik komunal di pelbagai tempat.

“Bangsa ini tengah mengalami krisis kebhinnekaan, gejala ini ditandai meningkatnya intensitas intoleransi, sektarianisme, dan konflik komunal dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dampaknya, angka pelanggaran terhadap kebebasan agama kian mencemaskan," ujar Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq, dalam acara Tasyakuran yang mengambil tema "Satu Dekade MAARIF, Berkhidmat untuk Kebhinnekaan" di Wisma Antara, Jakarta, Jumat malam (7/6).


Menurut Fajar, krisis kebhinnekaan dipicu oleh tiga faktor utama, yakni penegakan hukum yang lemah bahkan cenderung “sektarian”, ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin melebar sehingga menyisakan persoalan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, dan rapuhnya budaya kewargaan di kalangan masyarakat.

Persoalan inilah yang menjadi fokus kerja-kerja Maarif Institute dalam 10 tahun terakhir sejak didirikan tahun 2003.

"Krisis kebhinnekaan yang kini melanda bangsa ini menjadi alasan penting dibalik pesan yang ingin kami sampaikan melalui acara tasyakuran ini, yaitu berkhidmat untuk kebhinnekaan. Perlu diperkuat pelbagai upaya untuk memulihkan kebhinnekaan yang merupakan tulang punggung kehidupan bangsa," tutur Fajar.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ahmad Syafii Maarif, Jeffrie Geovanie mengatakan, bahwa pendirian Maarif Institute diinspirasi oleh komitmen Buya Syafii Maarif dalam memperjuangkan corak Islam yang inklusif dan mengakomodasi kemajemukan Indonesia.

"Kita memerlukan tokoh-tokoh bervisi kebangsaan dan kemanusiaan, lepas dari eksklusivisme kelompok. Saya percaya, sosok Buya Syafii sangat penting dalam konteks Indonesia saat ini. Itulah alasan pendirian Maarif Institute 10 tahun lalu", ungkapnya.

Dalam menghadapi fenomena ini, sejak jauh-jauh hari Buya Syafii, telah menegaskan prinsipnya, bahwa: “Hubungan antara Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan harus ditempatkan dalam satu tarikan nafas sehingga Islam yang mau dikembangkan di Indonesia adalah sebuah Islam yang ramah, terbuka, inklusif, dan mampu memberi solusi terhadap masalah-masalah besar dan negara.”

Acara Tasyakuran 10 Tahun Maarif Institute ini ditandai peluncuran buku "Catatan 1 Dekade MAARIF 2003-2013" yang ditulis oleh Ahmad Syafii Maarif dkk dan pemutaran film 10 tahun perjalanan lembaga ini.

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Buya Syafii Maarif, Hajriyanto Tohari, Jeffrie Geovanie, Rizal Sukma, Daniel Sparringa, Fasli Jalal, Pdt. Andreas Yewangoe, Mgr. Suharyo, Bikkhu Pannyavaro, Romo Magnis Suseno, T.P. Rachmat, Sudhamek AWS, St. Sularto, Agung Adiprasetyo, dan Saiful Hadi. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya