Berita

X-Files

Kurikulum 2013 Kelinci Percobaan Sang Penguasa, Benarkah?

JUMAT, 07 JUNI 2013 | 11:44 WIB

KONON katanya penetapan kurikulum baru di Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh tinggal menghitung hari. Tepatnya, pada pertengahan Tahun Ajaran Baru Juli 2013.

Hal ini masih saja menimbulkan berbagai polemik di sejumlah media tanah air. Tak terlintas dibenak kita, jika kurikulum di Indonesia yang selalu berubah-ubah, tiap ganti menteri membuat siswa-siswi dan para pendidik bingung.

Lantas apa yang menjadi persoalan sehingga kurikulum di Indonesia ini diubah pada tahun ajaran baru 2013. Melihat beberapa tahun yang lalu dari kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) , DAN Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan di tahun ini kurikulum 2013 yang masih terdengar awam di telinga masyrakat dan para pendidik.


Menurut berita yang dilansir dari media online nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh mengatakan, “Zaman sudah berubah. Kompetensi diperlukan untuk pengembangan intelektual siswa juga harus berubah, karena tantangan yang mereka hadapi di masa depan tidak akan sama dengan sekarang,”

Dari berita di atas, ada kesan bahwa pendidikan di zaman yang semakin maju ini, terlalu dipaksakan sehingga banyak menuai pro dan kontra. Bahkan "Hingga H-54 pelaksanaan kurikulum anggaran terus berubah, apa pemerintah mau ngotot kurikulum 2013 diterapkan pemerintah pada Juli 2013 ini?," kata Ismail Guntur, Presidium Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Terlebih soal dana untuk kurikulum baru ini memakan anggaran untuk Kurikulum 2013 adalah sebesar Rp 1,1 triliun. Kemudian diturunkan jadi Rp 829 miliar. Hal ini mungkin perlu kebijakan DPR mengenai anggaran dan perlunya pengawasan yang ketat untuk menghindari oknum �" oknum yang memanfaatkan hal ini. Menurut Anggota DPR RI komisi X DPR Rohmani menyampaikan DPR tidak diberi cukup waktu untuk mempelajari rancangan kurikulum 2013.

Untuk anggaran pelatihan dan sertifikasi guru, dan pengadaan buku pegangan guru dan siswa diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, dalam proses pembangunan pendidikan, peran guru yang kompeten sebagai ujung tombak dan eksekutor penyampai materi tak kalah pentingnya dari kurikulum pendidikan. Lalu solusi dari penyelesaian ini bukan hanya siswa �" siswi yang menjadi kelinci percobaan, peran pendidik pun ikut menjadi "wortel" sang kelinci.

Peran guru yang amat sangat penting bagi kualitas pendidikan menjadi ujung tombaknya karena merekalah sebagai penyampai pesan bahan ajar terhadap siswa �" siswinya. Di sini kemampuan guru diuji, bukan hanya pusing bagi guru yang merasa belum kompeten. Mereka berbondong �" bondong untuk selalu mengikuti pelatihan dan sertifikasi guru.

Dan bukan kurikulumnya lah yang harus dibenahi saat ini, faktor utamanya adalah guru yang inspiratif dengan pembangunan manajemen yang baik antara siswa dan gurunya dan menciptakan kurikulum yang tahan lama bukan sebagai ajang rutin tiap ganti menteri, ganti kurikulum.

Damia Rizkita
Mahasiwa Semester 6 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya