Berita

ilustrasi

Agar Tak Disebut Pengikut Nanny State, Warga Harus Terlibat Aktif Bangun Jakarta

JUMAT, 07 JUNI 2013 | 11:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Untuk menjamin keberlangsungan program-program inovasi pembangunan di Jakarta, diperlukan partisipasi segenap elemen masyarakat. Misalnya soal banjir, macet, kebakaran, masyarakat bisa berpartisipasi dari hal-hal yang sederhana.

"Buang sampah sembarangan bisa berkontribusi terhadap banjir dan sumber penyakit. Maka, buang sampah pada tempatnya atau sampahnya dipilah supaya sampah daur ulang bisa dimanfaatkan oleh pemulung atau usaha kreatif yang bernilai ekonomis," ujar calon anggota DPD dari Dapil Jakarta Rommy (Jumat, 7/6).

Di samping itu, gotong royong tingkat RT/RW dalam rangka membersihkan lingkungan yang dulu biasa dipraktekkan masyarakat harus digalakkan kembali. Semangat gotong royong inilah yang akan menjadi pondasi untuk perubahan Jakarta yang lebih baik.


Masalah lain yang sering terjadi adalah kebakaran yang marak di kota-kota besar karena kondisi rumah yang berdempetan membuat satu kelalaian saja bisa merugikan masyarakat yang lain. Untuk itu perlu kewaspadaan bersama mengenai sumber-sumber yang bisa menyebabkan kebakaran.

"Satu lagi, soal kemacetan. Pasar dadakan dan parkir sembarangan di bahu jalan benar-benar perilaku yang perlu dieliminir. Untuk itu, perlu keseriusan Dinas Pasar menertibkan pasar-pasar yang membuat macet," ungkap mantan aktivis Ikatan Remaja Muhammadiyah ini.

Menurutnya, warga Jakarta memang harus pro aktif terlibat dalam memecahkan persoalan yang ada. "Karena kalau semuanya diserahkan ke pemerintah, ntar jadi pengikut nanny state (negara pengasuh) dong," jelas pendiri yayasan non profit Civismo Foundation yang bergerak di bidang pendidikan bagi anak yang tidak mampu ini.

Karena itu, saat ini, sudah saatnya sinergi antara public-private ini didorong terus.  Jadi, katanya lagi, jangan semua masalah jadi urusan  pemerintah.

"Pemerintahan Jokowi sudah menunjukkan keterbukaan dengan membuka peluang partisipasi masyarakat dalam pelbagai program kerakyatan yang dilakukan, selanjutnya tinggal bagaimana warga lebih proaktif lagi untuk juga menyukseskan program-program yang berdampak baik untuk masyarakat," ungkapnya.

Karena, Rommy mengingatkan lagi, jangan sampai pemerintah sekarang terjebak lagi ke dalam pola teknokratis sebab tidak adanya proaktif dari masyarakat.

"Sebagai percontohan , kita bisa melihat bagaimana misalnya kota Porto Alegre di Brazil bisa membangun kotanya dengan baik dan dijadikan referensi pembangunan perkotaan karena partisipasi masyarakatnya yang tinggi," demikian Rommy. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya