Berita

anas urbaningrum

Tersangka Bisa Nyaleg, Wajar Tersangka Hambalang Ikut Konvensi Demokrat

RABU, 05 JUNI 2013 | 15:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Isu Anas Urbaningrum akan ikut konvensi Partai Demokrat harus dilihat dari perspektif kritik atas ketakkonsistenan sikap politik Partai Demokrat. Yaitu, ada moralitas ambigu yang cukup akut di tubuh partai yang pernah dipimpin Anas Urbaningrum tersebut.

"Majelis Tinggi sudah keluarkan Pakta Integritas dengan maksud untuk menjaga integritas moral kader dan caleg Partai Demokrat. Tapi faktanya, Pakta Integritas sekedar untuk menjerat dan mengkrangkeng Anas Urbaningrum," ungkap mantan Sekretaris Bidang  Agama DPP Partai Demokrat Ma'mun Murod Al Barbasy kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 5/6).

Setelah "ditersangkakan" dalam kasus Hambalang, jelas Ma'mun, Anas menyatakan berhenti sebagai Ketua Demokrat semata sebagai wujud konsistensi atas moralitas lantaran sudah menandatangani Pakta Integritas. Tapi, selepas Anas berhenti, Pakta Integritas menjadi hanya sekedar teks yang membisu tanpa makna secuil pun.


"Terbukti ada pejabat yang jelas-jelas sudah tersangka masih juga lolos di DCS (daftar caleg sementara). Ada juga  'keluarga koruptor' masih juga muncul di DCS. Bahkan mungkin karena begitu istimewanya keluarga ini, para elite PD (Partai Demokrat) pun ramai-ramai membela pencalegan keluarga ini. Alasannya macam-macam. Ini jelas moralitas yang ambigu. Satu sisi teriak soal moralitas di sisi lain berperilaku amoral," ungkap Ma'mun.

Karena itu, dalam hemat Ma'mun, mereka yang mencoba mengusung Anas untuk ikut konvensi, semata karena moralitas yang ambigu tersebut.

"Kalau ada tersangka bisa jadi caleg, tentu tidak salah juga tersangka lainnya seperti Anas ikut konvensi. Kalau tidak dibolehkan, ganti saja konvensi menjadi konveksi," ungkap Ma'mun sambil tertawa. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya