Berita

istimewa

Politik

PKS Bantah Takut Menterinya Dicopot

SELASA, 04 JUNI 2013 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Partai Keadilan Sejahtera nampaknya takut kehilangan kursi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Hal ini terlihat dari tidak tegasnya partai berlambang bulan sabit kembar itu menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar mintak (BBM).

Ditemui di gedung DPR, Senayan Jakarta, Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim membantah akan hal itu. Menurutnya, PKS masih melihat perkembangan pembahasan RAPBN-Perubahan 2013 untuk kemudian menentukan sikap secara resmi.

"Persoalannya dicopot atau tidak dicopot (menteri dari PKS), persoalannya demi kepentingan bangsa, RAPBN-P ini sedang dibahas, itu mau diapakan oleh kita. Itu persoalannya," jelas Abdul, Selasa (4/6).


Menurutnya, meski menaikkan harga BBM merupakan hak pemerintah, namun saat ini pembahasan RAPBN-P 2013 sudah di tangan DPR. Karena itu, fraksi-fraksi di DPR akan membahasnya terlebih dulu.

"Soalnya sekarang bola ada di tangan DPR. Tentu DPR harus mencermati postur yang baru, asumsi makronya, kaitan dengan fiskal. Kan komprehensif pembahasannya, tidak semata-mata satu variabel," kata Abdul.

Anggota Komisi IV DPR itu memastikan bahwa persoalan RAPBN-P 2013 berbeda dengan jabatan menteri PKS yang ada di pemerintahan SBY-Boediono.

"Saya kira itu hal lain. Persoalan menteri hal yang lain, RAPBN-P adalah domainnya DPR," jelas Abdul Hakim.

Saat ini, ada tiga pos kementerian asal PKS di KIB jilid II, yaitu Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri. [rsn]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya